alexametrics

Dikenal Temperamen, Guru SMA Negeri 12 Bekasi Dibebastugaskan

loading...
Dikenal Temperamen, Guru SMA Negeri 12 Bekasi Dibebastugaskan
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Idayanto dibebastugaskan sementara. Kebijakan itu diambil pihak sekolah menyikapi video aksi Idayanto yang memukul lima siswanya.

Aksi Idayanto memukul lima siswanya viral di media sosial. Video berdurasi 14 detik itu telah menyebar ke jagat maya. Banyak yang mengecam aksi guru yang sudah mengajar di sekolah tersebut sejak 2005 silam itu.

Ketua OSIS SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Muhamad Altafrafif (17) membenarkan sosok Idayanto yang dikenal emosional dan mudah marah terhadap siswa. Namun, sikap emosional yang meledak-ledak itu dinilai karena ada pemicunya.



"Memang si guru itu salah, cuma karena pemicunya dari siswanya itu sendiri, misalnya contoh terlambat dan enggak pakai atribut lengkap," katanya.

Dia berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi di SMA Negeri 12 Kota Bekasi. "Saya berharap ke depannya tidak ada apa-apa lagi. Tidak ada kekerasan lagi kasus itu sudah diurus sama ke berwenang, tugas kita belajar dan mengikuti proses belajar di sekolah," katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Ade Saeful Bahri mengatakan Idayanto saat ini telah dirumahkan sementara. Hal itu sebagai upaya merelaksasi diri antara Idayanto dengan para siswa.

"Jabatannya juga telah di-nonjobkan di sekolah," tambahnya. (Baca juga: Pukuli Lima Siswa, Guru di Bekasi Dikenal Temperamen)

Diberitakan sebelumnya, sebuah tayangan video berdurasi 14 detik tengah viral di jagat maya. Video itu menampilkan seorang guru yang memukuli muridnya dengan kepalan tangan. Dalam tayangan video itu, nampak terdapat sejumlah murid berbaris di lapangan. Sebagian dari mereka berdiri dan dipukuli secara bertubi-tubi oleh oknum guru.

Peristiwa memilukan itu terjadi di SMA Negeri 12 Kota Bekasi. Sekolah itu berada di wilayah Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Belakangan peristiwa itu dipicu karena beberapa siswa telat masuk sekolah dan tidak menggunakan ikat pinggang sebagaimana yang diterapkan pihak sekolah.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak