alexametrics

Tak Terima Ditilang, Pemuda Bekasi Rampas HP Polisi

loading...
Tak Terima Ditilang, Pemuda Bekasi Rampas HP Polisi
Kapolsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat, Kompol R Sigit Kumono saat bertemu Aiptu Suhartono. Foto/Yan Yusuf/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Tak terima ditilang saat menerobos jalur khusus Bus Transjakarta atau Busway, pemuda berinisial AR (26), nekat merampas handphone (HP) anggota Satlantas Jakarta Barat, Selasa (11/2/2020). Pelanggar itu merupakan pemuda asal Narogong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat.

Kapolsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat, Kompol R Sigit Kumono mengatakan, kejadian bermula saat Aiptu Suhartono mengatur lalu lintas di kawasan Jalan Panjang Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Baca juga: Rencana Mediasi Belum Dilakukan, Kasus Tohap Silaban Berjalan Normal)
Tak Terima Ditilang, Pemuda Bekasi Rampas HP Polisi
Saat mengatur lalu lintas, ia kemudian menilang mobil Chevrolet B 1461 KZG lantaran masuk Busway. Bukannya kooperatif, AR kemudian merampas ponsel Aiptu Suhartono saat hendak memberikan surat tilang. "Ia kemudian putar arah menuju Tol Kebon Jeruk," kata Sigit saat dikonfirmasi.

Aiptu Suhartono lantas melaporkan ini ke Polsek Kebon Jeruk. Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Achmad Ardhy yang mendapatkan laporan langsung memburu dan mengamankan pelaku di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat. "Allhamdulilah pelaku berhasil kami amankan di kediamannya di daerah bekasi," jelas Ardhy.



Kini pelaku tengah diperiksa Satreskrim Polsek Kebon Jeruk. Ia sangat kooperatif dan mengakui perbuatannya. (Baca juga: Terbukti Bawa Senjata Tajam, Tohab Silaban Terancam Pasal Berlapis)
Tak Terima Ditilang, Pemuda Bekasi Rampas HP Polisi
Kini mempertanggung jawabkan perbuatannya, AR terancam hukuman penjara 7 tahun lantaran dianggap melanggar Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan. (Baca juga: Minta Maaf karena Melawan Petugas, Tohab Silaban Mengaku Khilaf)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak