alexametrics

Pembatasan Impor dari China Picu Lonjakan Harga Bawang Putih di Pasar Kramat Jati

loading...
Pembatasan Impor dari China Picu Lonjakan Harga Bawang Putih di Pasar Kramat Jati
Stok bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A+ A-
JAKARTA - Kenaikan harga bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur dipicu pembatasan impor dari China. Pasokan bawang putih di Pasar Kramat Jati memang dipasok dari Negeri Tirai Bambu.

Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan, pembatasan impor bawang putih dari China berdampak terhadap persediaan di pasar induk. "Bawang putih diimpor dari China karena berkembang isu itu (virus Corona) kemungkinan terjadi pembatasan impor," ujar Agus, Senin (3/2/2020).

Stok bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati menyusut hingga 12 ton. Semula ada di kisaran 16 ton. "Kita awalnya masih ada stok 16 ton sekarang menyusut 4 ton," ucapnya. (Baca juga: Harga Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati Melonjak)



Sebelum merebaknya wabah virus Corona, per harinya Pasar Induk Kramat Jati mampu menyetok bawang putih hingga 40 ton. Setelah merebaknya virus tersebut kini tak ada lagi pasokan dari China sebagai importir bawang putih.

"Biasanya pasokan bawang putih 30-40 ton per hari untuk kebutuhan Jakarta. Pasokan tidak seperti biasanya cenderung sedikit sehingga menyebabkan kenaikan harga," katanya.

Atas kondisi tersebut, Agus berharap pemerintah segera menindaklanjuti pembatasan pasokan bawang putih yang membuat ketersediaan di Pasar Induk Kramat Jati mulai menipis. "Kami berharap pemerintah segera kendalikan lagi harga bawang putih agar tidak terjadi kenaikan yang berdampak terhadap pedagang dan pembeli," ujarnya.
(jon)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak