alexametrics

Karena Sakit Hati, Dua Pemuda Nekat Bacok Korban hingga Tewas

loading...
Karena Sakit Hati, Dua Pemuda Nekat Bacok Korban hingga Tewas
Polres Metro Jakarta Pusat telah menangkap pelaku penganiayaan MA (20) dan FS (16). Keduanya nekat menghabisi nyawa F (16) dengan sebilah celurit. (Foto/Komaruddin Bagja/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat menangkap pelaku penganiayaan MA (20) dan FS (16). Keduanya nekat menghabisi nyawa F (16) dengan sebilah celurit.

Kejadian penganiyaaan ini berlangsung saat aksi tawuran dua kelompok di kawasan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Minggu (19/1/2020) pagi hari.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto, FS mengajak teman-temannya untuk melakukan aksi tawuran menggunakan media sosial.



"Dia menyebarkan pesan untuk mengajak anak-anak di Kebon Kacang melakukan tawuran dengan kelompok Kampung Bali," kata Heru di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

Dia melanjutkan, mereka yang terpancing emosi langsung melakukan pertemuan di depan Hotel Verce dan melakukan aksi tawuran.

"Kedua pelaku membawa celurit. Mereka memancing dengan memukul-mukul portal hingga mengundang kelompok lainnya melempari batu," jelas Heru.

Kedua kelompok yang janjian tawuran melalui Instagram ini langsung saling baku hantam dan melempar batu. Para pelaku antara kelompok Kebon Kacang dan Kebon Bali saling melempar batu.

"Nah dua tersangka ini langsung menyerang korban. Korban dibacok di bagian kepala belakang. Dia meninggal di rumah sakit Tarakan," ungkap Heru.

Heru mengungkapkan, alasan pelaku sakit hati karena kerap diejek di media sosial. "Mereka melakukan aksi melalui janjian di media sosial. Ini yang mesti kita antisipasi," terang Heru Novianto.

Meskipun begitu, pihaknya belum memastikan apakah pelaku mengonsumsi minuman keras atau narkoba saat melakukan aksinya. "Kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini tersangka hanya dua," jelas Heru.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara. Ia mengatakan, polisi selalu bergerak dengan melakukan sejumlah inovasi pengamanan.

Seperti memperbanyak patroli dan dan mendatangi tokoh-tokoh masyarakat setempat. "Kami melakukan manajerial antisipasi yang baik. Dan memberikan inovasi baru dalam bertindak khususnya pencegahan," jelas Heru.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak