alexametrics

Jelang Imlek, Pengemis Musiman Bermunculan di Kawasan Pecinan

loading...
Jelang Imlek, Pengemis Musiman Bermunculan di Kawasan Pecinan
Menjelang Imlek, sejumlah pengemis mulai bermunculan di kawasan Pecinan, Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (20/1/2020). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Menjelang Imlek, sejumlah pengemis mulai bermunculan di kawasan Pecinan, Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (20/1/2020). Mereka yang kebanyakan dari wilayah Tangerang telah berada di wilayah itu sejak sepekan terakhir.

Mereka, di antaranya membawa anak kecil duduk di halaman kelenteng. Sembari memegang gelas plastik, mangkok, hingga sisa bungkus permen mereka meminta belas kasih sejumlah umat yang beribadah.

“Sudah sepekan di sini,” kata Ifa (52) pengemis di kawasan Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat.



Warga Balaraja Tangerang ini mengaku sengaja datang ke Petak Sembilan memanfaatkan belas kasih dari etnis Tionghoa sebelum dan setelah perayaan Imlek.

“Tahun-tahun sebelumnya juga ke sini kok. Memang rutin setiap tahun,” ucapnya. (Baca juga: Harga Bahan Pokok Dijamin Stabil Jelang Imlek)

Bersama dengan anak dan beberapa tetangga. Ifa mengatakan perayaan Imlek memberikan keuntungan baginya. Dia bisa mendapatkan uang sebesar ratusan ribu per hari. Uang itu cukup untuk hidup dan dikumpulkan sebelum kembali ke Tangerang.

Ifa mengatakan pendapatan terbanyak terasa saat menjelang Imlek. Pendapatan dirinya mencapai hingga jutaan. Sebab beberapa orang biasanya membawa uang banyak dan membagikannya.

“Makanya kita bermalam di sini,” kata Ifa.

Dari Tangerang, Ifa datang bersama sejumlah tetangganya. Menggunakan mobil jenis elf, ia kemudian di drop di sekitaran Petak Sembilan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, banyaknya pengemis cukup menggangu umat yang beribadah. Hal ini membuat petugas keamanan harus melakukan pengamaman ekstra ketat. Mereka bahkan mengawal Umat hingga keluar ke arah Petak Sembilan.

Selain itu, petugas kemudian terpaksa membatasi wilayah ibadah dengan halaman klenteng yang menjadi batas pengemis berkumpul.

Nana (37) salah satu umat menjelaskan keberadaan pengemis sangat menguntungkan dirinya. Dia tak perlu datang ke sejumlah panti untuk memberi uang usai ibadah. “Saya pikir berbagi rezeki tidak masalah. Saya juga senang. Sejauh ini kan mereka tak mengganggu,” tuturnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak