alexametrics

Induk 30 Anak Kobra Belum Ditemukan, Warga Diimbau Giatkan Bersih-bersih

loading...
Induk 30 Anak Kobra Belum Ditemukan, Warga Diimbau Giatkan Bersih-bersih
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
CITAYAM - Penemuan 30 ekor anak ular kobra masih membuat resah warga Perumahan Royal Citayam, Desa Susukan, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sebab anak kobra yang lain dan induknya hingga kini belum ditemukan.

"Iya, betul mas, belum semua ditemukan, apalagi induknya. Ketika kita melakukan pencarian, baru didapat anaknya saja. Induk ular kobra ini belum,” ujar Komandan Regu 3 Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Alan Bastyan, Senin (9/12/2019).

Alan menuturkan, saat melakukan pencarian beberapa hari lalu timnya banyak menemukan anak ular kobra di sela-sela tumpukan genteng yang berada di tanah. Untuk menemukan induk dan telur ular berbisa ini, masih harus dilakukan pencarian secara menyeluruh.



"Kalau anak ular kobra ini kita temukan di dekat musala, di sela-sela genteng. Sementara di dekat musala banyak perkebunan bambu. Dugaan sementara, induk ular kobra berasal dari situ," tukasnya. (Baca: Ngeri, Puluhan Anak Ular Kobra Teror Warga Citayam)

Pihaknya masih akan melanjutkan pencarian setelah ada laporan dari warga. Jika nanti ada yang kembali melapor, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan warga. "Kita imbau warga untuk rutin kerja bakti membersihkan lingkungan. Sebab memasuki musim hujan ini akan banyak ular yang keluar dari sarang, terlebih di lingkungan yang areanya banyak kebun dan pepohonan," jelasnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Perumahan Royal Citayam Residence, Hari Cahyo, mengatakan, berdasarkan keterangan Komunitas Pecinta Reptil, anak-anak kobra itu berasal dari induknya yang datang dari luar komplek. "Kita memahami karena komplek ini sebagian besar masih kebun liar. Bahkan banyak pohon bambu," bebernya.

Ia menyebutkan, jumlah 30 ekor anak kobra itu merupakan total yang berhasil ditangkap warga bersama Komunitas Pecinta Reptil hingga Minggu (8/12) malam. Dimana warga telah memburu anak ular kobra sejak Rabu (3/12) lalu. (Baca juga: Rendy, Warga Depok Tewas Usai Digigit King Kobra)

"Kemungkinan masih banyak, karena menurut para pecinta reptil kobra, itu (induk) bertelur sebanyak 30-35 buah. Artinya, diperkirakan masih terdapat anak ular kobra yang berkeliaran," katanya.

Ia menjelaskan, warga awalnya digegerkan dengan penemuan anak ular kobra pada Rabu (4/12). Saat itu rumah warga dimasuki dua anak ular kobra. Pada Kamis (5/12) pagi, warga kembali menemukan seekor anak kobra. Kemudian malam harinya, tiga ekor anak kobra ditemukan di teras Musala Al-Muhajirin. "Anak TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an) ketakutan dan sampai hari ini kita liburkan," ucapnya.

Pihaknya lalu memutuskan untuk membuat laporan ke Polsek Bojonggede. Tetapi Polsek menyarankan untuk menindaklanjutinya dengan melapor ke petugas Damkar Cibinong, Kabupaten Bogor. "Akhirnya, Jumat (6/12) petugas Damkar datang untuk menyisir di lingkungan Musala Al-Muhajirin. Tim Damkar menemukan dua lagi," terangnya.

Namun petugas Damkar hanya melakukan penyisiran dan pencarian mulai pukul 11.00-15.00 WIB, sehingga, anak ular kobra belum ditemukan semua. "Malamnya (Jumat) kembali muncul di teras warga yang menyebabkan kekekhawatiran lagi," jelasnya.

Warga pun memutuskan untuk menggelar kerja bakti yang dimulai pada Sabtu dan Minggu dengan mengundang Komunitas Pecinta Reptil Kobra. Pada Sabtu, warga menemukan lagi dua ekor anak ular kobra.

Pihaknya telah melakukan edukasi kepada warga agar mengantisipasi penemuan anak ular kobra. Bersama dengan Komunitas Reptil Kobra, pihaknya telah meminta warga untuk menggunakan tongkat panjang jika menemukan kembali anak kobra. "Kalau di rumah disarankan menggunakan karbo dan pewangi. Karena hewan ini takut dengan wangi-wangian," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak