alexametrics

Ciomas Bogor Diterjang Puting Beliung, Warga: Benar-benar Mengerikan

loading...
Ciomas Bogor Diterjang Puting Beliung, Warga: Benar-benar Mengerikan
Angin puting beliung merusak puluhan rumah di Desa Sukaharja dan Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (8/12/2019) petang. Foto: SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Bogor membuat 90 rumah di Desa Sukaharja dan Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan setelah diterjang puting beliung, Minggu (8/12/2019) petang.

Selain merusak puluhan rumah, puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon dan tiang listrik yang berakibat pada tertutupnya akses jalan antardua desa. Ikbal Hilman Sujati (45), warga setempat yang rumahnya rusak berat mengaku, saat kejadian sedang berada di dalam rumah seorang diri. Tiba-tiba angin bertiup kencang menerjang kawasan itu.

Angin yang bertiup kencang selama kurang lebih 1 jam membuat atap rumahnya terangkat hingga terbang terbawa angin. Saat itu, ia sempat tertimpa serpihan plafon rumahnya. "Pokoknya saat itu benar-bener mengerikan suasananya. Suara gemuruh bercampur benturan atap dengan benda lain membuat kami semua sangat panik," paparnya.



Setelah kondisi dirasa mulai tenang dan aman ia keluar rumah dan melihat rumah tetangganya yang mengalami nasib serupa. Atap dan dinding rumah mereka pun rusak parah diterjang angin puting beliung. Bahkan ada yang terbang hingga ke blok lain. "Jadi deretan blok kami ada 7 rumah yang rusak," katanya.

Sementara itu, Camat Ciomas Chairuka Judhyanto saat dikonfirmasi mengatakan, dari 90 rumah itu enam diantaranya kondisinya rusak berat dan sisanya rusak ringan dan sedang. "Enam rumah itu terdapat di Kampung Ciapus, Sukamakmur, ada 2 (rusak berat) dan di RW 05 Desa Sukaharja ada 4," katanya.

Menurutnya, peristiwa tersebut bermula ketika sebagian besar wilayah Bogor dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang. Angin puting beliung itu pun memporak-porandakan rumah-rumah di desa tersebut tepatnya sekitar pukul 15.23 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian material bisa ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. "Korban jiwa tidak ada hanya (rumah) rusak berat, ada rusak ringan dan lokasinya juga berbeda-beda," tukasnya.

Adapun kerusakan yang ditimbulkan bermacam-macam, mulai dari atap beterbangan terbawa angin, dinding retak hingga roboh. Warga yang panik saat kejadian pun langsung berlarian ke jalan raya, karena khawatir tertimpa atap dan reruntuhan rumah.

Sejauh ini, kata dia, upaya yang dilakukan oleh muspika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar, Satpol PP, relawan PMI bersama masyarakat, berusaha mengevakuasi warga yang terdampak angin puting beliung.

Sejumlah warga juga bergotong royong membersihkan sisa-sisa atap rumah yang berterbangan di lingkungan tersebut. "Untuk sementara mereka (korban) itu mengungsi ke rumah saudaranya dan tetangga yang tidak terkena bencana itu," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Dede Armansyah, mengatakan sudah meminta dan mengimbau masyarakat mewaspadai potensi terjadinya bencana. Sebab ada potensi bencana akan terjadi saat memasuki musim hujan, khususnya di akhir dan awal tahun.

Kabupaten Bogor saat masuk musim hujan sangat rawan bencana. Mulai dari longsor, banjir hingga angin puting beliung. "Intinya masyarakat harus waspada dan siap siaga menghadapi bencana saat akhir dan awal tahun, karena musim penghujan sudah mulai," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak