alexametrics

Banjir di Cipinang Melayu, Kontraktor Tol Becakayu Siapkan 3 Pompa Portabel

loading...
Banjir di Cipinang Melayu, Kontraktor Tol Becakayu Siapkan 3 Pompa Portabel
Saluran air warga Cipinang Melayu yang tersumbat sehingga pemukiman mereka terendam banjir. Foto: dok/SINDOnews/Okto Rizki
A+ A-
JAKARTA - Warga RT 05 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar Jakarta Timur mengeluhkan keberadaan proyek tol Becakayu yang menyebabkan pemukiman mereka kebanjiran.

Mengenai banjir tersebut, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) menepis tudingan warga. Menurutnya, penyebab banjirnya pemukiman warga lebih disebabkan pekerjaan normalisasi Sungai Tarum Barat dengan memasang concrete sheet pile sehingga saluran pembuangan air dari warga tertutup.

Direktur Tehnik & Operasi KKDM Ayuda Prihantoro mengaku telah menindaklanjuti keluhan warga Cipinang Melayu terhadap pembangunan ruas tol Becakayu yang memicu banjir di wilayah tempat tinggal warga. (Baca: Terendam Banjir, warga Cipinang Melayu Keluhkan Pembangunan Tol Becakayu)



"Kami bersama kontraktor dan warga setempat telah melakukan survey wilayah tersebut kemarin," katanya kepada wartawan, JUmat (6/12/2019).

Dari hasil survey, lanjutnya, KKDM akan menempatkan tiga unit pompa untuk pembuangan genangan air ke Kalimalang yang dilakukan pada hari ini (6/12/2019).

Ayuda mengatakan, penyebab utama ternyata bukan disebabkan konstruksi jalan tol Becakayu. Namun dampak dilakukannya pekerjaan normalisasi sungai tarum barat dengan memasang concrete sheet pile sehingga saluran pembuangan air dari warga tertutup. "Jadi air tidak mengalir ke Kalimalang karena salurannya tersumbat," terangnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, KKDM menyediakan 3 unit pompa pembuangan air ke Kalimalang dan membuat dua buah bak kontrol.

"Ini dilakukan sementara sambil menunggu desain dari konsultan ahli drainase mencari solusi mengatur pembuangan air ke kali sunter," ujarnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak