alexametrics

RS Polri Serahkan Jenazah WNA Melalui Kedubes Singapura

loading...
RS Polri Serahkan Jenazah WNA Melalui Kedubes Singapura
Jenazah WNA Singapura yang tenggelam di laut Banten diserahkan ke Kedubes Singapura. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati menyerahkan jenazah Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang tewas tenggelam di laut Banten, Minggu 3 November 2019, kepada keluarga melalui Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, Rabu (4/12/2019). Jenazah WNA asal Singapura tersebut berhasil ditemukan pada Senin 11 November 2019.

"Jenazah sudah teridentifikasi atas nama Wang Bing Yank kepada keluarganya. Jenazah kita lakukan autopsi selama 1 bulan lebih di RS Polri," kata Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Kombes Pol Edy Purnomo di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2019).

Edy mengatakan, saat ini jenazah telah dibawa pihak keluarga untuk dilakukan kremasi di daerah Grogol, Jakarta Barat. Agar abu jenazah dapat dikirim ke Singapura.



"Dikremasi rencananya, nanti abunya saja yang dibawa. Tapi kalau ada perubahan, kami sudah lengkapi semua data-datanya mulai dari surat kematian, sertifikat teridentifikasi dvi, ada surat keterangan pengawetan jenazah yang diperlukan untuk jenazah agar bisa naik pesawat melewati kargo di luar negeri," tuturnya.

Dia menambahkan, pada saat dilakukan identifikasi, petugas mengalami kesulitan karena jenazah sudah terendam air laut dengan durasi waktu yang lama.

"Kita mengalami kesulitan saat pengambilan sampel DNA ditambah tidak ada lagi data pembanding dari pihak keluarga yang menetap di Singapura," pungkasnya.

Menurutnya, jika dna pos mortem dan ante mortem bisa ditemukan, dalam satu hari pun pengerjaan autopsi bisa selesai. Kendalanya adalah mengambil sampel dna pos mortem dan menunggu dna ante mortem datang dari luar negeri dan itu yang membuat prosesnya lama.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak