alexametrics

Penyandang Disabilitas di Tangerang Masih Alami Diskriminasi Kerja

loading...
Penyandang Disabilitas di Tangerang Masih Alami Diskriminasi Kerja
Sejumlah siswa berkebutuhan khusus di Kota Tangerang memeringati Hari Disabilitas Internasional yang digelar PLN unit Banten.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Ribuan siswa penyandang disabilitas dari 15 sekolah khusus di Kota Tangerang, memeringati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh hari ini. Peringatan yang berlangsung meriah ini diwarnai dengan pemberian apresiasi terhadap siswa berprestasi oleh PLN unit Banten.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Doddy B. Pangaribuan mengatakan sangat prihatin dengan kondisi penyandang disabilitas yang masih marjinal."Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap disabilitas. Jadi, disabilitas jangan jadi kaum termarjinalkan dan tidak boleh ada yang tertinggal," kata Doddy kepada SINDOnews di SKH YKDW 01 Tangerang, Selasa (3/12/2019).

Doddy menuturkan, diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas masih sering terjadi, terutama dalam dunia kerja. Sehingga, banyak disabilitas yang hidup menganggur.



"Sedihnya itu, kenapa baru kali ini PLN unit Banten berpartisipasi. Semoga ini merupakan awal dari kepedulian PLN, bukan hanya dari PLN unit distribusi Banten, tetapi dari PLN di seluruh Indonesia juga," tutur Doddy.

Menurut dia, kebijakan merekrut tenaga kerja di PLN, berada di pusat, sehingga tidak bisa dilakukan sendiri oleh PLN unit Banten. "Dari PLN pusat sepertinya sudah mulai ada kebijakan itu. Kalau di kita belum. Tentu, tetap ada seleksi, sesuai dengan levelnya. Pasti beda seleksinya antara mereka yang normal dengan yang disabilitas," ujar Doddy.

Dia pun berharap, proses seleksi disabilitas di unit PLN Banten untuk tenaga kerja di bidang administrasi dan desain grafis yang banyak bekerja di belakang komputer dapat mulai dilakukan pada 2020 di PLN Banten.

"Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai ada, Insya Allah. Misal untuk pekerjaan administrasi dan desain tertentu di belakang komputer. Tergantung disabilitasnya. Jadi sudah mulai merintis tahun ini," ungkapnya.

Tidak hanya itu, sebagai komitmen terhadap kemajuan disabilitas, PLN unit Banten juga siap mensuport setiap kegiatan yang dilakukan untuk pengembangan disabilitas.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang, Feriansyah mengaku, sangat senang dengan komitmen yang diberikan PLN unit Banten dalam menjaring tenaga kerja dari para disabilitas. Hal ini sejalan dengan upaya yang tengah dilakukan Pemkot Tangerang di dalam mengubah paradigma masyarakat yang masih diskriminatif terhadap disabilitas.

"Dinsos sekarang punya program peduli terhadap disabilitas, karena Kota Tangerang akan mempunyai Perda Disabilitas. Sehingga, disabilitas nanti akan disamakan dengan mereka yang hidup normal," tambahnya.

Di tempat yang sama, Yuni, guru honorer SD SKH YKDW 01 mengatakan, perhatian terhadap para penyandang disabilitas yang ada di Kota Tangerang masih sangat kurang. Banyak disabilitas yang setelah lulus sekolah tidak bisa bekerja. Tidak adanya peluang dan kesempatan, membuat mereka banyak yang akhirnya hidup menganggur. Bahkan, bekerja menjadi juru parkir yang dinilai kurang layak.

"Ya, masih terjadi diskriminasi bagi disabilitas dengan mereka yang normal. Dalam dunia kerja apalagi. Setelah lulus, para siswa tidak ada yang kuliah, mereka kerja di pabrik, jadi juru parkir, dan wiraswasta," ungkap Yuni.

Yuni menuturkan, para disabilitas juga memiliki kemampuan yang sama dengan mereka yang hidup normal. Sehingga, bisa melakukan pekerjaan yang layak seperti orang normal."Ada yang ikut orang tuanya jaga warung, ada juga yang menjahit, bahkan ada yang jadi guru. Harapan saya mereka dapat pekerjaan yang layak, kasihan orangtuanya sudah mau menyekolahkan mahal-mahal," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak