alexametrics

Trotoar Lebih Tinggi dari Halaman Bank di Kemang, DKI: Sudah Sesuai Aturan

loading...
Trotoar Lebih Tinggi dari Halaman Bank di Kemang, DKI: Sudah Sesuai Aturan
Revitalisasi trotoar di DKI Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Revitalisasi trotoar yang berada di kawasan Kemang telah sesuai aturan. Hal tersebut disampaikan oleh Pejabat Pemegang Komitmen Pembangunan Infrastruktur Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita.

Dia mengatakan, informasi yang saat ini beredar di media sosial (Medsos) berisi video beda tinggi antara trotoar dan halaman gedung sebuah bank di daerah Kemang tidak benar. Sebelumnya, pemilik gedung bank tersebut telah mendapatkan segel akibat ketidaksesuaian IMB atas bangunan yang didirikannya pada Kamis 14 November.

"Kami sudah komunikasikan dengan pihak bank. Fakta yang terjadi sebenarnya tidak seperti yang di video. Standar ketinggian trotoar adalah +/- 15 cm dari jalan eksisting untuk keamanan pejalan kaki. Namun, memang letak akses masuk gedung berada di bawah jalan dan gedung meninggi serta ada bangunan tambahan yang mengakibatkan penyempitan area parkir mereka," terang Riri di Jakarta, Selasa (3/12/2019).



Riri menjelaskan, pemilik lahan dan gedung bank akhirnya melakukan pertemuan langsung dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan kerja sama. Salah satu hasil kerja sama tersebut adalah pemilik lahan harus menyesuaikan inrit (jalan akses masuk) dan lahan parkir dengan revitalisasi trotoar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Kewajiban bank untuk membuat penyesuaian level (ketinggian) akses masuk ke gedung mereka dengan trotoar yang telah terbangun dan melakukan penyesuaian di lahan area parkir (yang mereka miliki). Pihak bank sudah mengetahui (kewajiban tersebut) karena secara IMB, mereka menyalahi aturan, karenanya disegel saat itu," terang Riri kembali.

Dia juga menyebut sosialisasi kepada masyarakat di daerah Kemang telah dilakukan lebih dari 10 kali, termasuk ke gedung-gedung bisnis di sana. Dia menyatakan pembangunan trotoar telah sesuai konsep mengoptimalkan pembangunan pada trase daerah milik jalan.

"Dalam perjanjian kerja sama antara bank dan Pemprov DKI Jakarta tanggal 20 November 2019 itu pula, disebutkan bahwa bank mendukung dan mempersilakan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pembangunan trotoar di area trase daerah milik jalan yang sebagian lahannya masih milik persil, serta pemanfaatan lahan tersebut sebagai area publik," katanya.

Riri juga menunjukkan foto penampakan revitalisasi trotoar bila dipotret melalui udara (drone). Riri menyebut bahwa akses masuk mobil sudah ada dan dibangun Pemprov DKI Jakarta. Akan tetapi, karena pemilik lahan dan bangunan belum melakukan penyesuaian level di area halamannya, nasabah mengalami kesulitan untuk masuk dan mengakses layanan di bank tersebut.

"Sebagian lahan parkir bank selama ini berada di trase daerah milik jalan. Artinya, selama ini masyarakat memarkir kendaraan bermotornya di area yang diperuntukan untuk trotoar. Jadi jangan di balik, malah (revitalisasi) trotoar yang dipersalahkan. Sebagian gedung lain di daerah Kemang sudah melakukan penyesuaian dengan revitalisasi trotoar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta," tuturnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak