alexametrics

Terlibat Tawuran hingga Korban Tewas, 13 Anak di Bawah Umur Diciduk Polisi

loading...
Terlibat Tawuran hingga Korban Tewas, 13 Anak di Bawah Umur Diciduk Polisi
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 13 anak di bawah umur ditetapkan menjadi tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan ADS (15) di Jalan Pramuka, Rawalumbu, Kota Bekasi. Para pelaku dengan kelompok korban terlibat tawuran pada Minggu, 17 November 2019 dini hari.

Ke-13 tersangka yakni, AG, IB, NS, RFP, ZA, AMR, AK, DNF, TKS, MKA, MAF, MBS, dan DM. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kasus itu berawal saat AG datang ke Bojong Menteng untuk menyelesaikan permasalahan dengan anak-anak Kampung Bates dan Kampung Markan karena anak Kampung Bates pernah melempar sesuatu ke anak Kampung Markan.

Setelah bertemu dengan anak Kampung Markan, AG malah dipukuli hingga memar. AG pun mengadu ke semua anggota Kampung Bates, sehingga ZA salah satu pelaku janjian untuk tawuran dengan A yang merupakan anak Kampung Markan di Jalan Pramuka, Rawalumbu, Bekasi.



"Kelompok Bates dan Kelompok Markan pun tawuran pada 17 November dinihari. Tawuran dilakukan dengan lempar-lemparan batu dan ada bawa senjata tajam," kata Yusri pada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Saat tawuran, lanjut Yusri, korban ADS mengejar kelompok Bates menggunakan motor dan mendadak pelaku AMR menghadang motor ADS hingga membuatnya kecelakaan. Disitu, pelaku AMR, B, ZA, dan RP membacok korban dengan golok dan celurit.

"ADS mendapatkan luka pada bagian kepala dan punggung akibat kekerasan benda tajam, ada juga luka lecet di wajah dan leher akibat benda tumpul," tuturnya.

Korban, sempat dibawa ke RS Siloam, Rawalumbu, Kota Bekasi hanya saja nyawanya tak tertolong karena menderita luka sangat parah. Usai menerima laporan, polisi pun melakukan penangkapan pada belasa anak dibawah umur itu pasca kejadian di sekitar lokasi.

"Para pelaku akan dijerat Pasal 170 ayat 2 KUHP, Undang-Undang Darurat No 12/1951, dan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang No 32/2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak