alexametrics

Wagub DKI Kosong, Pengamat: Ada Tarik Ulur Kepentingan Partai Koalisi

loading...
Wagub DKI Kosong, Pengamat: Ada Tarik Ulur Kepentingan Partai Koalisi
Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Indopolling Wempy Hadir menjelaskan faktor utama lamanya kursi Wagub DKI Jakarta kosong hingga kini. Salah satunya, tarik ulur kepentingan politik partai pengusung.

"Kita ketahui bahwa Anies bukanlah kader partai politik. Dengan demikian dia tidak mempunyai ikatan emosional yang kuat dengan partai politik," kata Wempy saat dihubungi SINDOnews, Jumat (22/11/2019).

Ia melanjutkan, sebaliknya partai politik juga enggan berjuang sekuat tenaga karena sikap Anies dianggap non partisan. Padahal dia didukung oleh partai politik. "Jadi memang titik lemah yang pertama ada pada pak Anies sendiri," jelasnya.



Faktor kedua, lanjut Wempy yakni adanya tarik ulur kepentingan partai koalisi. Kalau kita melihat dinamika yang terjadi, kekosongan posisi wagub DKI Jakarta tidak terlepas tarik ulur kepentingan partai pengusung.

"Bisa dilihat bagaimana PKS sudah sejak lama menyodorkan dua nama kepada gubernur Anies. Namun hingga saat ini kedua nama tersebut belum juga dibahas di DPRD DKI Jakarta. Situasi tersebut diperparah lagi dengan munculnya empat nama baru yang diusulkan oleh partai Gerindra," tambahnya.

Dengan demikian sudah ada enam nama yang diusulkan ke gubernur Anies. "Tinggal dilihat apakah nama-nama yang usulkan oleh masing-masing partai akan diakomodir atau hanya mengakomodir kader dari partai yang mempunyai kekuatan politik di DPRD," tutupnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak