alexametrics

DKI Bangun Pengelolaan Air Laut di Kepulauan Seribu

loading...
DKI Bangun Pengelolaan Air Laut di Kepulauan Seribu
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juani Yusuf. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun empat instalasi pengolahan air (IPA) laut dengan menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini dapat mengubah air laut menjadi air tawar yang bersih.

"Anggaran untuk 2020 sekitar Rp100 miliar," kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juani Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Juani menambahkan, sedangkan dana yang digelontorkan Pemprov DKI untuk pembangunan instalasi air laut di Pulau Payung menghabiskan Rp80 miliar untuk SWRO yang berada di empat lokasi, yakni di Pulau Untung Jawa, Pulau Payung, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu.



Juani menegaskan, besaran anggaran pembuatan SWRO berbeda-beda karena sesuai dengan kapasitas. Jika kapasitas kecil, maka anggaran juga tergolong minim. "Tergantung kapasitasnya, ini (IPA SWRO di Pulau Payung) agak kecil, 0,25 liter per detik. Biayanya sekitar Rp20 miliar," ungkapnya.

Sedangkan kapasitas instalasi pengolahan air laut terbesar ada di Pulau Panggang. "Paling besar karena jumlah kepala keluarga itu agak banyak, anggarannya sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar," ujarnya.

IPA SWRO di Pulau Panggang memiliki kapasitas 3 liter setiap detik untuk melayani 1.184 sambungan. Kemudian, Pulau Pramuka memiliki kapasitas 1,5 liter setiap detik untuk melayani 653 sambungan.

Untuk pulau Payung sendiri memiliki kapasitas 0,25 liter setiap detik untuk melayani 49 sambungan. Sedngkan Pulau Kelapa Dua memiliki kapasitas yang sama dengan pulau payung, namun untuk melayani 113 sambungan.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak