alexametrics

Pengamat Anggap Dinas Kehutanan Tak Serius Rawat Pohon

loading...
Pengamat Anggap Dinas Kehutanan Tak Serius Rawat Pohon
Pekerja tengah memotong sisa batang pohon angsana di Cikini Raya, Jakarta Pusat. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Dinas Kehutanan DKI Jakarta dianggap tidak serius dalam merawat pohon-pohon yang ada di Ibu Kota. Alasannya, penebangan delapan pohon yang ada di trotoar Cikini karena dianggap sudah berkondisi keropos.

"Dinas Kehutanan jelas tidak serius merawat pohon. Kalau pohon itu keropos harusnya diselamatkan," ujar Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Yoga kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, aksi penebangan pohon dalam proyek revitalisasi trotoar sudah sepatutnya dihentikan. Sebaliknya Dinas Kehutanan DKI Jakarta harus melakukan audit dan meregistrasi pohon yang ada selama ini.



"Pohon layak diperlakukan seperti warga yang memiliki identitas dan teregistrasi. Sehingga keberadaan dan kondisi pohon dapat mudah dilacak dan diketahui statusnya," katanya.

Nirwono menyayangkan, dengan alokasi anggaran yang besar, Dinas Kehutanan DKI seharusnya bisa memetakan lokasi dan kondisi pohon menggunakan tekhnologi Global Positioning System (GPS). Sehingga data terkini mengenai pohon yang sehat, sakit dan akan tumbang dapat diketahui secara rinci dan akurat.

"Jika ada pohon yang sakit dirawat, pohon berlubang ditambal, pohon keropos atau akan tumbang ditebang dan segera diganti pohon baru," tegasnya.

Ia juga menganggap Dinas Kehutanan DKI Jakarta sembrono karena telah melakukan penebangan pohon tanpa membuat kajian yang matang. Terlebih, pohon yang ditebang berfungsi untuk menyerap polutan dan sebagai paru-paru kota.

"Kalau alasannya keropos dan takut tumbang dasarnya apa? Harus disertai dengan kajian yang tepat," ucapnya.

Nirwono menyebut kebijakan penebangan pohon yang terdampak pelebaran trotoar dan saluran air tidak tepat. Sebab, desain trotoar dan saluran seharusnya mengikuti keberadaan pohon yang sudah ada.

"Ini jelas salah. Pohon eksisting harusnya dipelihara, bukan malah ditebang. Apalagi pemeliharaan pohon sudah dianggarkan dalam APBD," cetusnya

Di samping itu, sambung Nirwono, pohon-pohon besar seperti beringin dan angsana memiliki usia puluhan hingga ratusan tahun. Bila ditebang, proses penanaman pohon pelindung tersebut akan memakan waktu lama.

"Kalau semakin banyak pohon besar itu makin bagus untuk menahan angin, menyerap air dan berfungsi menjaga habibat satwa liar serta penanda sebuah kawasan," katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati enggan menjawab saat diihubungi via telepon.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak