alexametrics

Penabrak Pengguna Skuter Tak Ditahan karena Diduga Anak Pejabat, Ini Kata Polisi

loading...
Penabrak Pengguna Skuter Tak Ditahan karena Diduga Anak Pejabat, Ini Kata Polisi
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kasus kecelakaan yang menewaskan dua pengguna skuter listrik belakangan ini jadi sorotan masyarakat. Belum lagi keputusan polisi yang tidak menahannya karena diduga tak akan menghilangkan barang bukti.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar mengatakan, pihaknya hanya menangani kronologis kecelakaan yang terjadi pada Minggu 10 November 2019 dini hari itu. Dia juga enggan membuka identitas keluarga tersangka dalam kasus kecelakaan itu.

"Alasan tak dilakukan penahanan karena pertimbangan penyidik. Jadi, kami hanya mendalami masalah kronologis kejadiannya saja," ujar Fahri saat dikonfirmasi, Jumat (15/11/2019).



Menurutnya, polisi tak mendalami persoalan latar belakang keluarga DH, apakah dia anak pejabat ataukah bukan. Polisi, hanya fokus mendalami kasus kecelakaan yang terjadi antara DH dengan dua pengendara skuter listrik di Senayan, Jakarta itu.

"Siapa orang tuanya, kita tak dalami masalah itu, yang kita dalami bagaimana kronologis kejadiannya. Terutama korban, seperti identifikasi awal ada 3 korban, ternyata saat penyidikan informasinya berkembang, saat itu ada 6 orang sehingga ada beberapa orang lagi harus diperiksa," tuturnya.

Adapun tudingan itu salah satunya muncul di akun Twitter @nitaalutfi. Dalam akun tersebut disebutkan kalau kasus yang menewaskan dua pengguna skuter listrik itu cacat hukum karena DH anak dari pejabat. (Baca juga: Tak Ditahan, Penabrak Pengguna Skuter Dikenakan Wajib Lapor)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak