alexametrics

Sudah Diuji Coba, Proses Izin Bus Listrik Transjakarta Masih Panjang

loading...
Sudah Diuji Coba, Proses Izin Bus Listrik Transjakarta Masih Panjang
Bus Listrik Transjakarta. Foto/Dok/iNews
A+ A-
JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) telah menyelesaikan uji coba bus listrik terhitung sejak Mei 2019 hingga 28 Agustus 2019. Uji coba terakhir dilakukan di jalan raya dengan membawa 16 ton galon air sebagai simulasi mengangkut penumpang.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, dengan selesainya tahapan uji coba bus listrik, maka langkah selanjutnya adalah menunggu peran pemerintah pusat dan daerah untuk berkolaborasi dalam menentukan perizinan bus listrik.

"Sudah keluar rekomendasi dari Kementerian Perhubungan, sekarang menunggu izin di Kementerian Perindustrian, perlu ada izin TPT impor dan produksi, bagi dua merek (bus listrik Transjakarta). Setelah itu, baru kita bisa ke pihak kepolisian untuk buat STNK. Jadi, memang perjalanannya panjang. Saya ingin bus listrik jadi proyek strategis nasional supaya seluruh kementerian mendukung," kata Agung saat dikonfirmasi, Jumat (15/11/2019).



Sambil menunggu perizinan bus litrik yang tengah berlangsung, Agung meminta kepada pemerintah pusat agar mempersiapkan kebutuhan suku cadang bus listrik. Ha itu untuk memudahkan Transjakarta yang notabene akan memakai bus tersebut untuk keperluan transportasi massal.

"Ketersediaan manufaktur, supplier, apakah itu diproduksi di sini, apakah itu diimpor. Kedua, terkait agen pemegang merek harus siap, APM harus perusahaan lokal kompeten dan punya komitmen di bidang otomotif. Terakhir, soal ekosistem pendukung terkait suplai listrik dan energinya," tuturnya.

Menurut Agung, perhatian pemerintah terhadap perlengkapan pendukung bus listrik dapat menekan biaya operasional bus. Karena, halitu dapat berpengaruh pada besaran biaya tiket. (Baca juga: Hadiri Ajang Bus World Europe, Bos Transjakarta Lirik Bus Listrik Buatan Eropa)

"Biaya pembelian armada kan pasti lebih mahal. Kalau biaya operasional per kilometer belum bisa kita tetapkan, tapi biaya bisa lebih murah, tergantung tarif listrik dan lain-lain, itu bagian regulasi listrik," tandasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak