alexametrics

Soal Sampah Kiriman dari Bogor dan Depok, DPRD DKI: Evaluasi Dana Hibahnya

loading...
Soal Sampah Kiriman dari Bogor dan Depok, DPRD DKI: Evaluasi Dana Hibahnya
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Sampah kiriman dari wilayah Bogor dan Depok, masih menjadi persoalan bagi Jakarta. Setidaknya, 300 truk sampah diangkut dari pintu air di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, ketika daerah Bogor dan Depok diguyur hujan. Pada hari biasa dalam keadaan normal, hanya sekitar 3-4 truk sampah.

Geram dengan kondisi ini, DPRD DKI meminta Bogor dan Depok turut memikirkan mengatasi persoalan tersebut. Jika tidak, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi pemberian dana hibah kepada Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Bila perlu, DKI mengurangi pemberian dana hibah apabila kedua daerah itu masih "mengirimkan" sampah ke Jakarta melalui Sungai Ciliwung.

Ferrial berharap kedua daerah mitra DKI Jakarta itu bisa lebih peduli terhadap sampah di Sungai Ciliwung. Jangan sampai hibah yang diberikan DKI dibalas dengan kiriman sampah dari Kota Depok dan Kabupaten Bogor. "Saringan sampah memang harus ditambah, tapi saran saya nanti hibah-hibah ke Depok dan Bogor juga harus dikurangi. Sebab, sampah kiriman mereka yang tersangkut di saringan pintu air Manggarai merugikan masyarakat maupun Pemprov Jakarta," ungkapnya, Senin (11/11/2019).



Diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan memasang saringan sampah otomatis di hulu Sungai Ciliwung perbatasan antara wilayah Jakarta dengan Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Saringan sampah otomatis itu berfungsi untuk mengurangi sampah kiriman banjir di Jakarta. (Baca juga: Cegah Kiriman Sampah dari Bogor, DKI Buat Saringan Tiga Lapis di Ciliwung)Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni menambahkan, sebetulnya wacana pemasangan saringan sampah ini sudah tercetus sejak 2006 lalu. Bahkan lokasi pemasangannya sudah ditentukan yakni di lahan DKI yang menjadi perbatasan dengan Kampus Universitas Indonesia (UI) Kota Depok.
Namun anggaran itu tidak terserap karena lokasi pembangunannya belum dinormalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku pihak yang berwenang. Di sisi lain, koordinasi antara DKI dengan kedua daerah itu juga kurang berjalan baik.

“Kalau bapak mau masang alat itu di sekitar Depok dan Bogor, itu sebetulnya sudah pernah diwacanakan sejak 2006 lalu. Seharusnya bapak sekarang kuatkan dulu kerja samanya dengan mereka atau sempurnakan dulu MoU nya,” ucapnya saat rapat dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih.

Dalam rapat itu Andono Warih mengatakan, pemasangan saringan sampah otomatis itu sangat mendesak lantaran tumpukan sampah di pintu air Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, yang bersumber dari hulu, sangat banyak. Khususnya ketika wilayah hulu seperti Kota Depok dan Kabupaten Bogor dilanda hujan dan membawa beragam jenis sampah hingga menumpuk di saringan sampah Manggarai.
https://metro.sindonews.com/read/1457791/171/cegah-kiriman-sampah-dari-bogor-dki-buat-saringan-tiga-lapis-di-ciliwung-1573475236
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak