alexametrics

Ade Armando Nilai Fahira Idris Panik karena Akan Dilaporkan Balik

loading...
Ade Armando Nilai Fahira Idris Panik karena Akan Dilaporkan Balik
Ade Armando.Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Akademisi UI, Ade Armando menyebutkan, Anggota DPD RI, Fahira Idris tengah panik karena tahu bakal dilaporkan ke polisi. Kepanikan ini terlihat karena Fahira menghapus kalimat yang tengah dipermasalahkannya itu di akun Instagramnya.

"Nampaknya Fahira panik. Mungkin karena dia tahu akan diadukan ke polisi, dia buru-buru menghilangkan sebuah kalimat di Instagramnya sebagai bukti pencemaran nama baik saya," kata Ade Armando melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/11/2019).

Menurut Ade, kalimat yang dipermasalahkannya itu yakni, "Banyak laporan dari konstituen saya mengenai ulah sdr. AA selama ini, yang sangat2 meresahkan masyarakat. Dan bukan hanya kali ini, tetapi berulang2. Sdr. AA seperti membanggakan dirinya tak tersentuh hukum. Tentu hal2 begini tidak boleh dibiarkan, saya yakin dengan kepemimpinan Kapolri Baru Bp. Idham Aziz hukum akan ditegakkan."



Ade menuturkan, sebelumnya telah mendatangi kantor polisi untuk mengadu tentang persoalan itu, hanya aduannya belum bisa diproses lebih lanjut oleh polisi karena Fahira sudah menghilangkan sebagian kalimat yang dipersoalkannya itu.(Baca: Eggi Sudjana Nilai Unggahan Ade Armando Penuhi Unsur Pidana)

Namun, Ade yakin kalau aduannya itu bakal bisa diproses nanti, apalagi telah mendapatkan kiriman screenshot Twitter yang menunjukkan tentang kalimat tersebut.

"Kalimat ‘Sdr. AA seperti membanggakan dirinya tidak tersentuh hukum. Tentu hal2 begini tiak boleh dibiarkan,’ itu juga ada di twitter Fahira, tertanggal 2 November. Dengan demikian pelaporan saya terhadap Fahira itu memang saat ini tertunda. Tapi tinggal tunggu waktunya yang tepat (untuk buat laporan)," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak