alexametrics

Tingkatkan Daya Saing UMKM

Gojek Latih Kewirausahaan 100 Kader Muslimat NU di Bogor

loading...
Gojek Latih Kewirausahaan 100 Kader Muslimat NU di Bogor
Wildan Kesuma Head Regional Corporate Affairs Gojek-Dara Wahid - Siti Aniroh Slamet Effendy, Ketua IV Muslimat NU - Andit Iswantoro Manager Public Affairs Gojek dalam sesi pelatihan Gojek Wirausaha untuk anggota Muslimat NU di Hotel Amaris Pakuan Bogor, K
A+ A-
BOGOR - Guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta memberikan peluang pendapatan tambahan bagi kaum perempuan di Bogor, Gojek sebuah perusahaan teknologi on-demand terdepan di Asia Tenggara menggelar pelatihan Gojek Wirausaha.

Bekerjasama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) serta badan otonom Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), pelatihan Gojek Wirausaha di Bogor akan diikuti oleh 100 perempuan anggota MNU.

"Melalui pelatihan ini, diharapkan perempuan binaan MNU menjadi handal dalam memanfaatkan teknologi untuk berusaha," kata Head Regional Corporate Affairs Gojek Wildan Kesuma, Kamis (7/11/2019).



Lebih lanjut ia menyampaikan, selama ini, batasan bagi perempuan untuk mengembangkan usahanya adalah mindset. Banyak yang menjalankan bisnis hanya demi mendukung ekonomi keluarga.

"Padahal perempuan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memajukan perekonomian melalui wirausaha. Penting untuk memberikan pelatihan agar mereka
dapat memanfaatkan peluang bisnis yang ada," jelasnya.

Ia menjelaskan Gojek Wirausaha secara khusus dikembangkan oleh Gojek untuk mengakselerasi UMKM supaya naik kelas dengan memanfaatkan teknologi.

Gojek Latih Kewirausahaan 100 Kader Muslimat NU di Bogor


"Kurikulum Gojek Wirausaha sendiri telah dirancang khusus untuk menjawab banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM, diantaranya dalam memulai usaha serta meningkatkan skala bisnisnya melalui teknologi digital," jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, total UMKM pada tahun 2018 hampir mencapai 60 juta. Dari jumlah ini, lebih dari 14 juta usaha dikelola perempuan. Namun, kendala yang masih dialami yakni kurangnya dukungan dalam memulai dan mengelola bisnis.

"Oleh karena itu, masih ada ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi. Bertemakan ‘Cerdas Memulai Usaha’, Gojek Wirausaha berbagi tips untuk mengembangkan usaha sekaligus menyediakan sesi berkonsultasi bagi peserta untuk langsung mendaftarkan usaha mereka di
platform Gojek," katanya.

Menurutnya, sejak diluncurkan tahun lalu, Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 15 ribu UMKM di 16 kota di Indonesia, melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah.

"Bogor merupakan kota ke-10 untuk pelatihan Gojek Wirausaha khusus bagi anggota Muslimat NU. Banyak manfaat dirasakan oleh UMKM yang bergabung dengan ekosistem Gojek," katanya.

Bahkan, lanjut dia, berdasarkan Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengungkapkan 93% mitra UMKM GoFood mengalami peningkatan volume transaksi, dan 85% mitra UMKM menginvestasikan kembali hasil penjualan di GoFood ke dalam usaha mereka, hal ini memicu mereka untuk terus mengembangkan bisnis dan menjadi naik kelas.

"Kolaborasi kuat dengan Nahdhlatul Ulama Kerja sama dengan NU tidak terbatas pada pelatihan wirausaha, tetapi juga sedekah digital dengan GoPay," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IV Muslimat NU Siti Aniroh Slamet Effendy, mengaku pihaknya mengapresiasi kerja sama yang dilakukan bersama GOJEK dengan Muslimat NU sejak tahun lalu.

"Misi Gojek untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang positif bagi pengguna sejalan dengan Muslimat NU untuk menjadi wadah peningkatan peran wanita dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan potensi dirinya," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak