alexametrics

Balita Tewas Tak Wajar di Kebon Jeruk, Polisi Tahan Ibu Kandung

loading...
Balita Tewas Tak Wajar di Kebon Jeruk, Polisi Tahan Ibu Kandung
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Polisi mengalami kesulitan memerika NP (21), ibu muda yang diduga tega menghabisi nyawa anak kandungnya yang masih balita, ZN (2), di Jalan Sanusi, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sejak ditahan Jumat (18/10/2019) malam, hingga kini NP masih tak henti-hentinya menangis dan hanya tertunduk lesu, sehingga membuat polisi kebingungan.

Bibir NP tampak bergetar, mulutnya tak mampu berbicara banyak selain hanya menangis. Sesekali ua menggunakan tangannya untuk mengusai air mata yang bercucuran membasahi pipinya. “Sejak Jumat malam dia masih terpukul. Kami masih menyelidiki kasusnya,” ujar Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Sitepu, Minggu (20/10/2019).

Tak banyak bicara, NP hanya bisa terdiam. Suami dan tetangganya saja yang terlihat mendatanginya. Itu pun ketika polisi melakukan pemeriksaan untuk mencari kesaksian. “Suaminya telah kami mintai keterangan. Profesinya sebagai driver online,” tegas Erick.



NP diamankan seusai diduga kuat membunuh anak kandungnya ZN, Jumat lalu. Sementara sodara kembar korban, polisi menduga dibawa sang ayahnya. Saat ini polisi tengah disebar untuk mencari suami NP.

Menurut Erick, sejak diamankan sejak Jumat malam, polisi masih tampak kesulitan memeriksa NP. Sebab satu kalimat pun belum keluar dari mulur NP. Ibu muda itu terus terdiam dan menangis di pojokan ruang penyidikan. Dalam tangisan itu, NP tampak menyesali perbuatannya,

Untuk itu, polisi berencana memeriksa kejiwaan NP. Psikater bakal didatangkan untuk memeriksa kejiwaan NP. Sejauh ini Erick masih enggan berasumsi terkait kasus itu, termasuk dugaan pembunuhan yang dilakukan NP, sekalipun arahnya ke sana.

“Fakta tentang adanya bayi meninggal memang ada. Tapi apakah itu dia (NP) yang membunuh? Saya belum berani menyimpulkan, proses penyidikan masih berlanjut,” tuturnya.

Pihaknya juga masih menunggu hasil outopsi ZN dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hasil autopsi itu baru bisa keluar Senin, 21 Oktober 2019 besok.

Sementara itu, salah seorang tetangga pelaku, Sri Wahyuni (37) mengatakan, sejak Jumat siang NP tampak panik. Kala itu NP sempat meminta tolong kepadanya. “Katanya anaknya kejang-kejang,” ucap Sri.

Oleh warga, lanjut Sri, balita malang itu langsung dilarikan ke RS Bina Mandiri yang tak jauh dari lokasi. Sayang nyawanya ZN tak bisa diselamatkan dan meninggal dalam perjalanan.

Saat ini kamar kontrakan NP tampak masih dipasang garis polisi. Sebab polisi menilai adanya kejanggalan dalam kematian balita itu, salah satunya adanya luka lebam di bagian ketiak korban, kepala benjol, dan pipi memar.

Hal ini dibenarkan Ketua RT setempat, Nuri. Meski tidak mau menjelaskan secara detail, namun Nuri menyebutkan ada dugaan kekerasan yang dialami ZN. “Bisa digebugin atau dipukul. Saya kurang paham, tapi yang jelas meninggalnya nggak wajar,” ucap Nuri.
(mhd,thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak