alexametrics

Amankan 30 Pelajar, 5 Orang Jadi Tersangka Perusakan SMK Izzata dan Arjuna

loading...
Amankan 30 Pelajar, 5 Orang Jadi Tersangka Perusakan SMK Izzata dan Arjuna
Kaca sekolah pecah setelah dirusak sekelompok remaja. Foto/Dok/Okezone
A+ A-
Polisi menetapkan lima tersangka dari 30 pelajar yang diamankan lantaran diduga melakukan penyerangan dan perusakan gedung sekolah SMK Izzata dan Arjuna di Jalan Raya Cipayung, Pancoran Mas, Depok, Rabu 16 Oktober 2019 sekitar Pukul 05.00 WIB. Mereka merupakan siswa SMK Kusuma Bangsa.

Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah mengatakan, serangan tersebut setelah pelajar dua sekolah terlibat tawuran. (Baca juga: Terlibat Tawuran di Sawangan, Seorang Pelajar SMA Tewas Terkena Celurit)

"Setelah tawuran SMK Kusuma Bangsa membalas datang ke SMK Izzata dan Arjuna dan melakukan perusakan sekolah sekitar pukul 05.00 WIB, ketika belum ada aktivitas. Beberapa anak sekolah KB merusak fasilitas SMK IZ,” kata Azis Andriansyah saat dihubungi wartawan, Jumat (18/10/2019).



Puluhan pelajar yang melakukan penyerangan ke SMK swasta di Kota Depok tersebut diamankan di lokasi berbeda, di rumah, sekolah hingga tempat persembunyian.

"Ini ultimatum juga untuk siswa sekolah lain khususnya di Kota Depok, jika kembali terulang kami tak segan memberikan hukuman maksimal karena ini cukup mengkhawatirkan," ujarnya. (Baca juga: Buntut Pelajar Tewas, Sekolah SMA Izzata Depok Dirusak Sekelompok Remaja)

Sebelumnya diberitakan, penyerangan ini berhubungan dengan aksi tawuran antara SMK Izzata dan Arzuna dengan SMK Kusuma Bangsa di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Kota Depok, Selasa 15 Oktober 2019.

Terkait penyerangan dan pengerusakan, polisi langsung mendatangi sekolah untuk bertemu pihak sekolah dan murid SMK Izzata dan Arjuna. Di sekolah tersebut dia meminta kepada seluruh siswa agar tidak melakukan serangan balasan.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak