alexametrics

Bangun Kantong Parkir, Pemkot dan Pemkab Bogor Mulai Matangkan Lahan

loading...
Bangun Kantong Parkir, Pemkot dan Pemkab Bogor Mulai Matangkan Lahan
Kantong parkir. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mematangkan rencana persiapan pembangunan park and ride (kantung parkir) di masing-masing wilayahnya. Pasalnya, masing-masing daerah tetangga itu, telah menetapkan sejumlah lahan kantung parkirnya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, terkait rencana yang bertujuan mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan dengan mengurangi jumlah kendaraan pribadi di Ibu Kota itu, sudah sejak awal melakukan persiapan, di antaranya telah menetapkan lokasi park and ride.

"Iya rencana awal kita sebagaimana yang diungkapkan pak wali (Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto), lahan yang akan dibangun park and ride itu ada di empat lokasi yakni Pasar Bogor, Kebun Raya Bogor (belakang museum Zoologi), Stasiun Bogor dan kawasan Bubulak. Tapi yang memungkinkan dari empat itu hanya dua yang sudah siap yaitu Pasar Bogor dan kawasan Bubulak," kata Dedie di Bogor, Jumat (18/10/2019).



Lebih lanjut, ia mengungkapkan tahapannya dari kedua lokasi lahan yang akan dibangun itu saat ini sudah memasuki proses kajian dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.

"Intinya untuk Bogor sendiri, saat ini sedang dimatangkan (rencana proyek pembangunan park and ride) di sekitar Pasar Bogor, tepatnya Jalan Klenteng Suryakancana dan di sekitar Terminal Bubulak. Dan sekarang sedang dalam pengkajian Dinas PUPR," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan alasan lebih memprioritaskan dua lokasi tersebut, ketimbang dua lokasi lainnya, khususnya di kawasan Stasiun Bogor, dikarenakan lahan tersebut sudah sejak lama dipersiapkan dan akan dikosongkan tahun depan.

"Iya alasan, kenapa kawasan Stasiun Bogor tidak diprioritaskan untuk proyek park and ride ini, karena lahannya belum tersedia. Kecuali rencana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Paledang yang terletak di depan Stasiun Bogor itu jadi digeser ke Pasir Jambu, Sukaraja, Kabupaten Bogor, kemudian lahan LP itu bisa dipinjam pakai atau dihibahkan ke Pemkot Bogor untuk dimanfaatkan sebagai park and ride," tuturnya.

Dia mengatakan rencananya selain mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor untuk park and ride ini, sangat berharap dari dana hibah Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Bentuknya hibah tapi untuk mekanismenya saya belum tahu," tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, akan membangun kantong-kantong parkir di kota hujan sebagai salah satu upaya menata Kota Bogor, khususnya di bidang transportasi. Salah satunya yaitu park and ride di kawasan Pasar Bogor.

"Iya pembangunannya sendiri akan dibantu Pemprov DKI Jakarta dan lahan yang sedang dilirik untuk dibangun oleh Provinsi Jakarta adalah Pasar Bogor. Jadi, Pak Anis sudah sampaikan minatnya untuk membantu park and ride di Pasar Bogor, itulah yang kita akan ajukan dananya," katanya.

Selain park and ride Pasar Bogor, pihaknya, pihaknya juga akan bekerjasama dengan LIPI sebagai pengelola Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor dalam membangun kawasan parkir ini.

"Kalau untuk park and ride di Kebun Raya Bogor itu kita sudah berkomunikasi dengan LIPI rencananya dibelakang Museum Zoologi. Kemudian di titik lain, untuk lahan parkir kita akan kerja samakan dengan investor seperti di Stasiun Bogor dan di Terminal Bubulak," jelasnya.

Menurutnya, jika park and ride Pasar Bogor dibangun diperkirakan dapat mengurangi kendaraan pribadi. Karena direncanakan bangunan park and ride itu dapat menampung 1.000 unit mobil. "Anggaran di park and ride Pasar Bogor itu butuh sekitar Rp300 miliar, dengan daya tampung 1.000 mobil. Untuk anggaran itu kita ajukan juga ke Jawa Barat, ada investor dan ada APBD," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan kesiapannya membangun park and ride yang lahannya sedang dipersiapkan di dua loaksi yakni di Desa Cibanon, Sukaraja dan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

"Untuk park and ride yang di Desa Cibanon kita sudah menyiapkan lahan seluas dua hektar, sedangkan yang di Gunung Putri, lokasinya di salah satu kawasan Transit Oriented Development (TOD)," jelasnya.

Menurutnya, park and ride di Desa Cibanon, Sukaraja ini selain mendukung program Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi kendaraan pribadi yang memasuki ibu kota, juga sebagai salah satu solusi macet di kawasan Puncak Bogor.

"Saya harapkan, fasilitas ini bisa menggiring pengendara yang hendak berwisata ke kawasan Puncak, menyimpan kendaraanya dan berpindah menggunakan transportasi massal," terangnya.

Dia mengatakan, rencananya Pemkab Bogor akan bekerja sama dengan Summarecon untuk mengembangkan park and ride, sebagai upaya jangka panjang dalam penanganan lalu lintas di Jalan Raya Puncak.

"Lahan dua hektar di Cibanon itu juga rencananya akan dijadikan sebagai kawasan TOD, sehingga dananya selain mengharapkan bantuan dari Pemprov DKI, kira juga sudah menjalin kerjasama dengan swasta. Karena kalau menggunakan APBD cukup berat," kata Ade.

Menurutnya, jika Pemprov DKI Jakarta merealisasikan bantuan hibah pembangunan park and ride, pihaknya akan lebih memprioritaskan di Desa Cibanon.

"Karena kita sudah menjalin kerjasama dengan dengan Agung Podomoro untuk proyek pembangunan kawasan TOD ini, saat ini untuk yang di Cibanon itu kita sedang buat DED (Detail Engineering Design)," katanya.

Pihaknya juga berharap Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bisa memfasilitasi agar Lintas Rel Terpadu (LRT) yang kini rencananya sampai ke Terminal Baranangsiang, bisa diteruskan hingga ke Puncak.

"Salah satunya masuk ke Cibanon itu. Jadi pemilik kendaraan pribadi bisa menyimpan kendaraanya lalu pindah ke LRT," katanya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak