alexametrics

Ditabrak Pelaku Curanmor, Gadis Belia Disuntik Antitetanus

loading...
Ditabrak Pelaku Curanmor, Gadis Belia Disuntik Antitetanus
Ahla Syabila, korban tabrak lari pelaku curanmor di Tangerang. Foto/Hasan Kurniawan/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG - Seorang gadis bernama Ahla Syabila, menjadi korban tabrak lari pelaku curanmor saat kabur dari kejaran warga, di Desa Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang. Usai menabrak korban, kawanan curanmor ini langsung tancap gas.

Sementara korban jatuh terkapar. Akibat tabrakan itu, korban menderita luka di bagian kakinya dan dibawa ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, korban dibawa ke ruang IGD RSU Kota Tangerang, untuk langsung mendapatkan pertolongan medis. Korban akhirnya diberi suntikan antitetanus.



Saat akan membayar biaya berobat dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS), dokter menolak dan menyatakan, korban kecelakaan tidak tercover kartu KIS. Alhasil, korban pun harus membayar dengan menjadi pasien umum.

Tinah, ibu korban mengaku tidak tahu jika korban kecelakaan tidak tercover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dirinya pun mengaku sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan anaknya itu.

"Cukup lama antre di IGD, karena pasien lagi banyak. Sekitar 2 jam pagi, kami di IGD. Akhirnya, ada dokter yang memeriksa anak saya. Dokter bilang, anak saya harus disuntik antitetanus," katanya di Tangerang, Jumat (18/10/2019).

Tinah mengaku kaget dua kali. Pertama, saat dokter bilang, obat antitetanus yang akan disuntikkan mengandung minyak babi. Akhirnya tetap dipakai. Sebab, kalaupun ada obat lain, bisa menyebabkan anak alergi.

"Rasa kembali terkejut saat dokter bilang, sakit yang anak saya derita tidak bisa di-cover BPJS. Saya langsung lemas, karena tidak pegang uang. Katanya, memang itu peraturan dari BPJS-nya," sambung Tinah.

Merasa panik, Tinah pun akhirnya menemui cara untuk membayar pengobatan itu. Sebenarnya, Ahla harus dirawat. Tetapi karena tidak ada uang, dia dibawa pulang.

Sementara itu, Direktur RSU Kota Tangerang Dr Henny Herlina membenarkan jika BPJS tidak mengcover biaya pengobatan pasien korban kecelakaan. Sehingga pihaknya tidak bisa menerima kartu BPJS dari pasien.

"Mungkin karena BPJS tidak menjamin. Tapi dijamin oleh pihak Jasa Raharja yang sifatnya rembers. Setelah pengobatan baru ditagih ke pihak Jasa Raharja," ungkapnya.

Ditemui terpisah, Imam, warga Cipondoh mengatakan, percobaan curanmor di wilayahnya itu terjadi tadi malam. Aksi itu, berhasil digagalkan oleh warga sekitar, dan pelaku berhasil melarikan melarikan diri.

"Ya, benar. Kejadiannya semalam. Tetapi tidak berhasil. Karena keburu dipergoki oleh warga. Jadi, baru percobaan pencurian. Pelaku berhasil kabur naik motor," jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polrestro Tangerang Kombes Pol Abdul Rachim membenarkan bahwa pelaku berhasil kabur dari tangkapan warga. Pihaknya pun tidak memonitor lebih jauh peristiwa tersebut.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak