alexametrics

Polda Catat 4.000 Kendaraan Baru Keluar Setiap Hari di Jakarta

loading...
Polda Catat 4.000 Kendaraan Baru Keluar Setiap Hari di Jakarta
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji. Foto/SINDOnews/Ratna Purnama
A+ A-
JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat pengajuan kendaraan baru setiap harinya sebanyak 4.000 unit. Jumlah itu terdiri dari 3.000 unit sepeda motor dan 1.000 unit mobil.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji mengatakan, pengajuan tersebut mengalami peningkatakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Khususnya untuk kendaraan roda dua.

"Kalau sebelumnya hanya 1.500 unit untuk roda doa dan 800 unit untuk roda empat, kini mengalami peningkatan yang cukup signifikan," kata Sumardji di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/10/2019).



Menurutnya, peningkatan itu diduga karena adanya berbagai kebijakan, misalnya untuk perluasan ganjil genap dibeberapa ruas jalan maka dengan menggunakan sepeda motor juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghindarinya. "Kebanyakan masyarakat justru membeli sepeda motor daripada naik angkutan umum," ujarnya.

Namun, hal tersebut masih dugaan karena belum ada riset yang menunjang hal tersebut. (Baca juga: Ganjil Genap Diberlakukan, Oraski Minta Diskresi Korlantas Polri)

Sedangkan untuk pertumbuhan jalan di Jakarta dari data yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya, jumlah perjalanan harian semakin meningkat setiap tahunnya. Seperti pada tahun 2002 tercatat rata-rata 620.702 jumlah perjalanan dan pada tahun 2012 naik menjadi 1.791.295 jumlah perjalanan dan jumlah perjalanan pada 2019 ini mengalmai peningkatan menjadi 15.482.528 jumlah perjalanan.

Untuk jumlah kendaraan sampai saat ini yang terdaftar ada 16.008.168 unit. Jumlah ini belum termasuk angkutan umum yang berjumlah hanya 76.022 kendaraan. Sedangkan untuk jarak tempuh kendaraan di jakarta rata-rata hanya 40km/perjam. Perjalanan ini tentunya belum termasuk di kawasan macet yang terkadang hanya 10-20km/jam. Seementara, panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26 persen dari luas wilayah DKI. Sedangkan pertumbuhan panjang hanya 0.01 persen.

Selain mengeluarkan kebijakan yang tidak popular, Pemprov DKI semestinya sudah segera mengeluarkan kebijakan pembatasan kendaraan dengan ERP. Namun, kebijakan ini masih menunggu keputusan dari Pemprov DKI Jakarta.

"Saat ini, kami masih lakukan pembahasan kebijakan mana yang paling tepat untuk mengurangi kemacetan," tuturnya. (Baca juga: Penerapan Perluasan Ganjil Genap, Polisi Sebut Tak Bakal Tebang Pilih)

Menurutnya, sambil menunggu aturan agar ERP dapat dijalankan Pemprov DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pembersihan parkir liar serta halangan samping di seluruh wilayah DKI Jakarta. Semua kebijakan Pemprov DKI merupakan solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan.

"Memang yang paling cocok adalah jalan berbayar, tapi sambil menunggu itu kami akan melakukan hambatan lainnya terlebih dahulu," tegasnya. (Baca juga: Ganjil Genap Diberlakukan, Oraski Minta Diskresi Korlantas Polri)

Selain itu, pembenahan kendaraan umum juga terus dilakukan. Pihaknya juga telah menambah jam operasional bus Transjakarta dan dalam waktu dekat juga dilakukan pembangunan koridor baru. "Kami terus berupaya melakukan pembahasan solusi mengatasi kemacetan di Jakarta," tukasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak