alexametrics

DKI Lakukan Gerakan yo Menabung dengan Sampah untuk Pelajar

loading...
DKI Lakukan Gerakan yo Menabung dengan Sampah untuk Pelajar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama pejabat OJK dan PT BNI melakukan kerja sama gerakan menabung dengan sampah.Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A+ A-
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) menginisiasi Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah. Inisiasi ini diwujudkan dalam penandatangan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, inisiasi Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah merupakan salah satu bentuk pembiasaan diri, yang mana dalam fase selanjutnya akan membentuk budaya dan karakter, terlebih sasaran dari gerakan ini adalah anak-anak sekolah."Saya garis bawahi budaya menabung butuh pembelajaran dan pembiasaan, begitu seseorang memiliki kebiasaan maka akan tumbuh budaya dan selanjutnya akan membentuk karakter terlebih kepad anak-anak," kata Anies pada Senin (14/10/2019).

Menurut Anies, langkah untuk memberikan intensif berupa tabungan kepada anak-anak yang mengumpulkan sampah plastik, dirasa sangat tepat."Karena secara tak langsung akan merangsang proses pembiasaan agar anak-anak mencintai lingkungannya serta menumbuhkan kebiasaan menabung," ujarnya.



Diketahui, Gerakan Ayo Menabung dengan sampah sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 157 Tahun 2016 tentang Pembinaan dan Pengembangan Bank Sampah. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah menerbitkan Surat Edaran kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia tertanggal 27 Mei 2019 dengan Nomor 5811/D/HK/2019 tentang Pogram Simpanan Pelajar, untuk mendukung program one student one account.

Sementara itu, Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah telah dilakukan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, dengan melihat respons positif dari pilot project yang melibatkan lebih dari 160.000 siswa penabung sampah. Gerakan ini menjadi program yang mendorong kebiasan menabung sejak usia dini, dan menabung dengan cara yang mandiri melalui pemilahan sampah dari sumbernya dan menyetornya ke bank sampah.

Ke depan, program Gerakan Menabung dengan Sampah akan diperluas tidak hanya pada sekolah di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, namun juga pada sekolah-sekolah di wilayah lainnya. Gerakan ini juga akan diimplementasikan pada kelompok-kelompok masyarakat dan pada gedung-gedung perkantoran serta pemerintahan di DKI Jakarta.

Anies melanjutkan, akan memberikan arahan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI, khususnya pihak sekolah untuk mendukung penuh Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah, dengan cara mengampanyekan secara luas dan memberikan reward bagi siapa saja yang memperoleh target pemgumpulan sampah terbanyak.

"Saya ingin dinas kampanyekan lebih luas, sehingga jumlah sekolah yang ikut program ini menjadi lebih banyak. Berikan reward kepada siswa atau guru yang mencapai target tinggi (dalam pengumpulan sampah). Jadikan kegiatan ini sebagai keceriaan," pinta Anies.

Mantan Mendikbud itu memiliki keyakinan jika gerakan tersebut berhasil, maka para generasi selanjutnya akan mendapat literasi baru. Bukan sekadar gerakan, tetapi juga literasi finansial dari tabungan yang mereka kumpulkan.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak