alexametrics

Antisipasi Banjir di Ibu Kota

Dinas SDA DKI Optimistis Genangan Tidak Akan Lebih dari 30 Menit

loading...
Dinas SDA DKI Optimistis Genangan Tidak Akan Lebih dari 30 Menit
Pemprov DKI optimistis tidak ada lagi genangan air saat musim penghujan di Jakarta.Foto/SINDOphoto/Ilustrasi.dok
A+ A-
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta optimistis tidak ada genangan pada musim hujan di Jakarta. Titik-titik langganan genangan di kawasan proyek pembangunan infrastruktur sudah diantisipasi dengan membuat saluran baru.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini mengatakan, saat ini sudah mengeruk hampir seluruh waduk dan sungai yang menjadi tanggung jawabnya. Dia berharap genangan akan cepat surut dan bahkan tidak ada saat musim hujan nanti.

Meskipun ada genangan, Junaini memprediksi tidak akan lebih dari 30 menit sudah surut."Kami juga sudah menyiapkan sebanyak 300 pompa di lima wilayah dan ditambah dengan pompa mobile. Pasukan ada 80.000 personel yang siap standby. Jadi pas ketika terjadi kita siap dengan peralatan yang kita punya dan satgas-satgas di Dinas Sumber Daya Air," kata Juaini saat dihubungi pada Rabu, 9 Oktober 2019.



Juaini menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta itu sedikitnya ada 30 genangan yang secara terus menerus dengan berbagai macam permasalahannya. Seperti ada di bantaran sungai, dan proyek pembangunan.

Untuk di daerah proyek pembangunan, lanjut Juaini, ada beberapa saluran yang terputus akibat terpasang tiang pancang dan itu sudah diantisipasi dengan saluran baru disekitar lokasi yang terputus tersebut."Sudah kita antisipasi dengan saluran baru di lokasi yang sudah terputus itu. Mudah-mudahan dengan antisipasi saluran yang terputus kenangan sudah mulai berkurang atau bahkan tidak ada," ujarnya.

Terkait dengan normalisasi sungai, lanjut Juaini, pihaknya terus berupaya melakukan pembebasan lahan sesuai kewenangan. Menurutnya, apabila belum tercover semua, pengerukan dan pembebasan akan dilakukan tahun depan.

Selain itu, Juaini juga akan melakukan naturalisasi di lima waduk. Di antaranya yaitu, Kampung Rambutan, CImanggis, Sunter, Pondok Rangon, Jakarta Timur.
"Ada 118 lahan yang dibebaskan untuk normalisasi di Keluarahan Tanjung Barat sampai Pejaten Tmur. Kalau sudah diebaskan mereka pekerja BBWSCC bisa masuk di lokasi itu," ungkapnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono berharap agar Dinas SDA tidak mudah optimistis dengan menyatakan tidak akan ada genangan atau cepat surut pada musim hujan ini. Menurutnya apabila terjadi genangan dan lama surut, tanggung jawab menjadi lebih besar dan pada akhirnya membuat masyarakat hilang kepercayaan.

"Normalisasi kali saja terhenti akibat program naturalisasi yang tidak jelas. Bagaimana menyatakan tidak akan ada genangan," ungkapnya. Gembong meminta Dinas SDA memaparkan bagaimana konsep naturalisasi yang akan dilakukan nanti.

Menurutnya, ketidakpastian naturalisasi di sungai disebabkan ketidakberanian Gubernur Anies menata bantaran sungai. "Wajar kalau waduk yang dipilih untuk dinaturalisasi. Tapi jelaskan konsepnya, sehingga apa yang dilakukan saling berhubungan. Penanganan banjir harus berkesinambungan," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak