alexametrics

Bocah Tiga Tahun Bermain Korek Api, 70 Rumah Terbakar di Jakarta Barat

loading...
Bocah Tiga Tahun Bermain Korek Api, 70 Rumah Terbakar di Jakarta Barat
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Sedikitnya 70 rumah hangus terbakar di kawasan Kelurahan Maphar dan Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (6/10/2019). Dugaan sementara, kebakaran dipicu setelah seorang bocah tiga tahun bermain korek api.

Kencangnya angin dan banyaknya material yang terbakar, membuat api dengan mudah menyambar. Dalam hitungan kurang dari 30 menit, api yang membara kemudian membakar 70 rumah di kawasan itu, ratusan kepala keluarga mengungsiKasie Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romli, mengatakan, saat itu si anak sedang bermain api dan mengenai kasur rumahnya di RT 04/RW07, Maphar, Taman Sari, Jakarta Barat.“Karena panik si ibu kemudian membawa anak itu keluar rumah. Dalam waktu singkat, api kemudian membakar rumah itu,” ujar Rompis ketika dikonfirmasi, Senin (7/10/2019).

Ketua RW 07 Maphar, Abdullah, menambahkan, berdasarkan penyelidikan sementara kebakaran di wilayahnya berawal dari adanya anak kecil yang bermain korek api. "Informasi memang begitu, Tapi kami juga kesulitan meminta informasi dari yang bersangkutan karena masih berusia sekitar tiga tahun dan trauma," kata Abdullah.



Abdullah mengatakan, anak kecil tersebut dan orang tuanya saat ini tengah mengungsi untuk menenangkan diri. Pantauan di lokasi, rumah bocah itu kini tengah terpasang garis polisi. Rumah itu berlokasi tepat diantara kali Kebon Jeruk yang memisahkan antara wilayah Kelurahan Maphar dan Kelurahan Tamansari.

Saat kejadian, Abdullah mengatakan besarnya kebakaran membuat kobaran api melewati kali dan turut membakar rumah yang ada di seberang Kali Kebon Jeruk. Kejadian itu membuat 70 rumah yang ada di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 RW 07 Maphar dan beberapa rumah di RT 12 RW 05 Tamansari hangus terbakar. "Untuk di RW 07 ada sekitar 800 jiwa yang harus mengungsi dari sekitar 250 KK," kata Abdullah.

Saat ini, ratusan keluarga yang mengungsi itu telah ditempatkan di jalan raya di kawasan itu. Mereka kemudian membuat tenda di dekat jalan dan tinggal berbarengan. Hingga kini ratusan warga masih menunggu bantuan dari masyarakat.

Terpisah, Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rully Indra Wijiyanto, mengatakan penyidikan masih dilakukan oleh Unit Reskrim. Ia enggan berasumsi apakah penyebab kebakaran karena bocah tersebut. Menurutnya, saat ini pemeriksaan masih dilakukan.

“Kami telusuri dulu fakta lapangannya, apakah benar yang bersangkutan atau tidak. Kami masih menunggu keterangan dari sang nenek,” tuturnya.

Sekalipun isu kini telah berkembang mengenai anak itu, namun Rully menegaskan pihaknya tak mungkin untuk mentersangkakan bocah itu.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak