alexametrics

Belajar di Lantai

Ratusan Sekolah di Bekasi Belum Miliki Meja dan Kursi

loading...
Ratusan Sekolah di Bekasi Belum Miliki Meja dan Kursi
Para siswa di Bekasi belajar di lantai. Foto/Istimewa
A+ A-
BEKASI - Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mendata sebanyak ratusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayahnya belum dilengkapi kursi dan meja hingga 2019. Alhasil, kondisi itu membuat masing-masing sekolah yang belum dilengkapi meubelair itu melakukan kegiatan belajar mengajar di lantai.

Kabid Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Herry Herlangga mengatakan, hingga tahun ini tercatat 715 ruang kelas yang belum dilengkapi kursi dan meja untuk tingkat SD/SMP.

"Setelah kita lakukan pendataan sekitar 715 ruang kelas, kegiatan pembelian mebelair sedang berlangsung, siswa diminta untuk sabar," katanya di Bekasi, Senin (30/9/2019).



Meskipun kegiatan belajar mengajar di lantai, para siswa-siswi masih mempunyai semangat belajar. Menurut dia, penyebab ketiadaan kursi dan meja itu beragam. Mulai dari perbedaan kalender anggaran dan kalender pendidikan hingga tidak terserapnya anggaran. Sebab,
Pengadaan meja dan kursi saat ini diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

"Kami hanya melakukan pendataan, yang bertanggungjawab pembangunan ruang kelas maupun kelengkapanya adalah Dinas PUPR," ujarnya.

Dalam APBD 2018 sudah dianggarkan pembelian meja-kursi untuk 600 ruang kelas sebesar Rp30 miliar. Sisanya, 600 ruang kelas lagi, akan dianggarkan pada tahun anggaran (TA) 2019.

Herry menjelaskan, pada tahun 2017 terdapat sekitar 1.200 ruang kelas yang tidak dilengkapi kursi dan meja. Sementara sisanya 715 dianggarkan pada tahun 2019 ini. Apalagi, pada anggaran tahun inui, Dinas PUPR mempunyai kewajiban mengadakan meubelair untuk tiga lokal. "Selain membangun mereka wajib untuk memenuhi kelengkapanya," jelasnya.

Sementara, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR agar pembangunan RKB atau rehabilitasi gedung sekolah yang rusak parah dapat dilakukan bersamaan dengan pengadaan meubelair.

"Harus satu paket, jika ada renivasi sekolah harus juga disediakan meubelairnya, supaya kasus-kasus lalu tidak terulang," tegasnya.

Di samping itu, atas keterbatasan meubelair ini, pihaknya juga melakukan penyesuaian terhadap penerimaan peserta didik. Dinas Pendidikan tetap membuka tambahan rombongan belajar (rombel) di suatu sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Namun,
untuk mengadakan rombel itu pihaknya selalu menginformasikanya.

Di Kota Bekasi, untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp11 miliar lebih untuk belanja mebeler dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. Rencananya, mebeler ini akan segera didistribusikan kesetiap sekolah di Kota Bekasi dengan targetan paling telat akhir tahun ini.

"Secepatnya mebeler itu akan kita distribusikan secara bertahap. Saat ini masih dalam tahap pengadaan dalam lelang," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, Senin 16 September 2019.

Anggaran sebesar itu, kata dia, untuk meubeler 99 rombongan belajar (Rombel) atau ruang kelas di 76 SD Negeri dan 77 Rombel di 47 SMP Negeri.

Meubelair itu terdiri dari lemari kelas, white board, meja dan kursi siswa serta meja dan kursi guru. Menurut dia, anggaran Rp11 miliar yang di alokasikan itu akan dibagi untuk pembelian meubeler SD Negeri Rp6 miliar dan Rp5 miliar untuk SMP Negeri. "Kita bagikan kepada sekolah yang membutuhkan," katanya.

Inayatullah menjelaskan, pengadaan meubeler itu untuk menggantikan meubelair lama usang dan untuk Unit Sekolah Baru (USB) yang belum memiliki meubeler. "USB itu kan pakai meubelair lama atau pakai punya sekolah yang dimerger. Tapi itu kan tidak elok ya jadi harus dibelikan baru," jelasnya.

Salah satu sekolah yang menjadi prioritas untuk diberikan mebeler seperti SDN 3 Pekayon Jaya, di Kecamatan Bekasi Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebab, siswa disekolah tersebut sudah dua tahun belajar tanpa meja dan kursi. Hal tersebut, tentunya dikeluhkan siswa maupun orangtua siswa. Apalagi, bulan November meja dan kursi sudah dipastikan ada.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak