alexametrics

Politeknik Negeri Jakarta Bertekad Hasilkan Generasi Inovatif

loading...
Politeknik Negeri Jakarta Bertekad Hasilkan Generasi Inovatif
Politeknik Negeri Jakarta Bertekad Hasilkan Generasi Inovatif
A+ A-
DEPOK - Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) bertekad menjadi politeknik unggulan yang berdaya saing tinggi. Seiring perkembangan zaman, PNJ banyak melakukan upaya menghasilkan generasi unggul mandiri, kreatif, dan inovatif dalam mendukung daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0.

Direktur PNJ Abdillah mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya kemajuan pendidikan khususnya dalam menghasilkan generasi unggul, mandiri, kreatif, dan inovatif untuk mendukung daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0.

“Kini PNJ telah melakukan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar nasional maupun internasional, setiap lulusan mahasiswa baru siap ditampung menjadi SDM unggul,” kata Abdillah seusai wisuda ke-35 di Balairung Universitas Indonesia (UI), Beji, Depok. Kali ini PNJ mewisuda sebanyak 2.003 orang. Dengan rincian 977 wisudawan dan 1.026 wisudawati berasal dari tujuh jurusan dengan 36 program studi.



Dari seluruh mahasiswa yang diwisuda angkatan 35 ini, ada 678 wisudawan dan wisudawati predikat Cumlaudae. “Selain itu, empat orang di antaranya menjadi mahasiswa terbaik predikat bidang akademik dan nonakademik tertinggi dipegang oleh Siti Dalilah dengan nilai IPK 3,95 jurusan akuntansi,” tukasnya. Menurut Abdillah, untuk mencapai strategi Revolusi Industri 4.0, pihaknya telah melakukan beberapa langkah unggulan.

Langkah strategi yang diambil yaitu peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian berbasis sistem informasi terpadu. “Kemudian langkah peningkatan akreditasi institusi dan program studi, penguatan PBM berbasis ICT,” ujarnya. Pihaknya juga melakukan peningkatan kesejahteraan mahasiswa melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) di bidang organisasi kemahasiswaan.

Sesuai dengan visinya, PNJ berupaya menjadi politeknik unggul bertaraf internasional untuk mendukung daya saing bangsa. “Visi tersebut ditargetkan untuk tercapai melalui empat renstra yang pada 2019 ini mengacu pada Renstra 2015-2019 dengan target pencapaian menjadi politeknik kelas Asia Tenggara,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga memperhatikan kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Sejak tahun akademik 2012- 2014, pihaknya menyelenggarakan pendidikan untuk ABK yang berjumlah 78 mahasiswa. “Kita mendorong dan mengunggulkan potensi mereka dalam macam kompetisi,” tutupnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak