alexametrics

Diterjang Angin Puting Beliung, 84 Bangunan di Kabupaten Bogor Rusak

loading...
Diterjang Angin Puting Beliung, 84 Bangunan di Kabupaten Bogor Rusak
Foto: ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda wilayah Bogor, kemarin petang, merusak 84 bangunan di tiga Desa di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Informasi dihimpun menyebutkan, bahkan bencana puting beliung juga tak tak hanya rumah warga, tapi kantor Desa Purasari, Leuwiliang juga ambruk.

"Tercatat ada puluhan rumah warga dan dua dalam kondisi rusak berat, saat ini masih dalam proses pembenahan oleh BPBD serta Muspika Leuwiliang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Yani Hasan, Jumat (27/9/2019).



Ia menyebutkan, peristiwa itu Informasi yang dihimpun angin puting beliung terjadi pada pukul 15.30 WIB, Kamis 26 September 2019 sore. Saat itu hujan di wilayah Bogor cukup merata.

"Kerusakan rumah tersebar, berdasarkan pendataan sementara sebanyak 28 bangunan di Desa Purasari, 30 bangunan rumah di Desa Karyasari dan 26 bangunan di Desa Puraseda mengalami kerusakan, 10 bangunan di Desa Karyasari diantaranya rusak berat," katanya.

Sementara itu, menurut Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Purasari Endang Setiawan menjelaskan, akibat dampak puting buliung bangunan kantor desa rusak berat dan rumah warga juga rusak.

"Dua rusak berat, dan saat ini sedang dalam perbaikan sementara dulu dilakukan swadaya warga dan Muspika Leuwiliang," jelasnya. (Baca: Ratusan Rumah Rusak Diterjang Hujan Angin, BPBD Bekasi Kirim Bantuan)

Endang menambahkan, wilayah yang terkena puting buliung RW 01 dan 02, tapi tak ada korban jiwa hanya kerusakan bangunan saja. “BPBD pun sudah turun dan mendata keseluruhan yang terdampak puting buliung, karena bukan di Purasari saja melainkan di dua Desa Puraseda dan Karyasari,” tambahnya.

Hal senada ungkapkan Pjs Kepala Desa Karyasari Oding Rukmana. Ia menyebutkan kerusakan rumah di wilayahnya bervariasi ada yang rusak berat, sedang maupun ringan. "Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian material saja. Karena ada 10 rumah yang mengalami rusak berat sebagian rusak ringan," tegasnya.

Sementara itu, Petugas Teknis Lapangan PLN Area Leuwiliang, Mahpudin menjelaskan, ada dua tiang listrik yang roboh akibat puting buliung dan saat ini sedang dalam perbaikan.

"Sebagian warga masih terganggu aliran listriknya, tapi satu titik di Puraseda sudah dipasang kembali tiang baru mudah-mudahan hari ini selesai perbaikan agar aliran listrik lancar kembali," pungkasnya.

Dibagian lain, meski sempat diguyur hujan, bencana kekeringatan juga masih melanda 22 Kecamatan di Kabupaten Bogor dan kini telah menjadi atensi pihak terkait. (Baca juga: Hujan Angin, Pohon Tumbang Rusak Puluhan Rumah dan Dua Mobil di Bogor)

Tidak hanya mengakibatkan krisis air bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, dampak dari kekeringan juga mengakibatkan longsor di beberapa kawasan pemukiman warga di kawasan berbukit, dan bertebing saat hujan turun.

"Tanah kering yang merekah di guyur hujan dan terjadi pergerakan tanah. Kekeringan masuk dalam bidang mitigasi bencana secara keseluruhan," kata Kepala BPBD kabupaten Bogor , Yani Hasan.

Pihaknya mengakui bantuan air dalam truk tangki yang di berikan untuk masyarakat masih belum sanggup memenuhi semua kebutuhan.

"Kekeringan hingga saat ini masih jadi fokus kita meski beberapa wilayah di Kabupaten Bogor sudah ada yang turun hujan, jadi dampaknya juga macam macam ada kebakaran akibat panas hingga longsor yah dan ini kami terus memantau dan menemani warga agar tidak panik ya sambil di cari solusinya," jelasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak