alexametrics

Tak Ada Tindakan Tegas Pemkot, Prostitusi Kian Marak di Jakarta

loading...
Tak Ada Tindakan Tegas Pemkot, Prostitusi Kian Marak di Jakarta
Pekerja Seks Komersial (PSK) bebas berseliweran di Jakarta Timur dan Barat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Prostitusi di Jakarta Timur tepatnya sepanjang Jalan Bekasi Timur Raya dari Halte Pasar Enjo hingga seberang Kantor Imigrasi masih menjamur. Bahkan, puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) bebas berseliweran di wilayah ini tanpa takut dirazia oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur yang menajdi wilayah hukumnya.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, puluhan PSK nampak bebas berseliweran untuk menjajakan jasanya di daerah yang tak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cipinang ini. Bahkan, ada juga wanita muda yang rela berbaju seksi berdiri di trotoar samping rel kereta api itu.

Puluhan PSK ini mulai mangkal sekitar pukul 19.00 WIB. Walaupun sudah beberapa kali dirazia, namun puluhan PSK itu tetap membandel mangkal di lokasi tersebut. (Baca juga: Meresahkan Warga, Prostitusi Jalanan di Jakarta Masih Marak)



Tak hanya di Jakarta Timur, praktik prostitusi jalanan juga terdapat di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat. PSK dan waria bebas berseliweran menanti pelanggan yang akan menggunakan jasanya. Sama halnya dengan Pemkot Jakarta Timur, Pemkot Jakarta Barat juga tak bergeming dengan kasus prostitusi itu.

Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menutup tempat prosritusi berleas di Jakarta. Maka itu, masyarakat meminta orang nomor 1 di DKI Jakarta itu untuk kembali menertibkan prostitusi di Jakarta Barat dan Timur.

"Tolonglah Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta) jajarannya disuruh nertibin PSK. Masa makin lama makin banyak dan seperti tidak ada upaya dari pemerintah menertibkan," kata Juhairiyah (54), warga setempat, Sabtu (21/9/2019). (Baca juga: Dipancing Pria Hidung Belang, 5 PSK Digaruk Petugas)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak