alexametrics

Duel dengan Begal, Driver Taksi Online Kritis Dihujani Tikaman

loading...
Duel dengan Begal, Driver Taksi Online Kritis Dihujani Tikaman
Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolsek Pondok Aren, Tangsel, Rabu (18/9/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Seorang driver taksi online bernama Fatur Rahman, nyaris kehilangan nyawa karena nekat mempertahankan mobilnya dari aksi begal sadis di Bintaro, Tangerang Selatan. Akibatnya, Fatur mengalami luka tusuk dan sayatan pisau, disekujur tubuhnya.

Mobil Daihatsu Sigra B 1335 VOD yang digunakan untuk mencari nafkah sehari-hari pun akhirnya gagal dibawa kabur begal tersebut. Saat ini, kondisi Fatur sudah mulai membaik dan luka tusuk di leher, tangan, dan kakinya pun sudah mulai membaik.

Sementara pelaku begal berinisial MR alias Fiyal, telah berhasil diamankan. Fiyal diciduk petugas Polsek Pondok Aren, di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, tidak lama setelah kejadian.



Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto mengatakan, keberadaan pelaku bisa dilacak dari nomor HP nya saat memesan Gocar. Tidak butuh waktu lama, polisi pun berhasil menangkap pelaku.

"Setelah kita profeling, tersangka bisa kita lacak, dan jam 13.20 WIB, tersangka kita tangkap di daerah Kembangan. Kita kembangkan selama sehari, pelaku pemain tunggal," kata Afroni, Rabu (18/9/2019).

Dijelaskan Afroni, aksi begal pelaku dimulai saat dia memesan Gocar dari Hero Emeral Bintaro menuju Sektor III Bintaro Jaya, pada Sabtu 14 September 2019, pukul 03.00 WIB.

Namun, belum sampai tempat tujuan, di depan Bintaro Plaza, pelaku minta berhenti. Dengan menggunakan pisau dapur yang dibawanya, pelaku langsung menodongkan pisau ke leher korban dari kursi belakang.

Ditodong seperti itu, korban kaget. Hingga secara refleks menghindar dan pisau menggores lehernya. Saat korban melawan, pelaku semakin agresif menyerang korban.

"Di tengah jalan, sopir Gocar diserang oleh MR dengan pisau. Kemudian, sopir Grab ini melakukan perlawanan, hingga terjadi duel. Pelaku ingin mengambil mobil dan korban coba mempertahankan mobilnya," jelasnya.

Akibat serang pelaku yang sporadis, korban menderita luka tusuk di bagian leher (tidak terlalu parah, betis, tangan dan kaki. Sambil tetap memegang kemudi, mobil pun hilang kendali, hingga akhirnya menabrak trotoar.

Peristiwa yang terjadi sekira jam 04.00 WIB ini pun kontan menjadi perhatian warga sekitar. Dengan tubuh bersimbah darah, korban keluar mobil dan teriak minta tolong.

"Pelaku juga langsung keluar mobil dan sempat ditangkap warga, lalu dipukuli. Tapi pelaku berhasil lari dan melarikan diri. Jadi saat kejadian, pelaku juga terluka akibat dipukuli warga sekitar," sambung Afroni.

Sementara itu, Fiyal yang wajahnya ditutup, dengan pakaian tahanan orange tampak masih sangat lemah. Pemeriksaan internal kepolisian cukup membuatnya tersiksa.

"Baru tiga kali pak. Sebelumnya di wilayah kota dan kabupaten. Tetapi saat itu tujuannya hanya untuk mengambil uangnya saja. Berhasil. Uangnya untuk kebutuhan makan sehari-hari saja pak," ungkap Fiyal.

Pria yang bekerja sebagai kuli serabutan ini mengaku nekat menjalankan aksinya karena tidak punya pekerjaan tetap. Aksi begalnya pun dipicu ingin menguasai mobil korban.

"Sebenarnya saya tidak ingin melukai dia. Pisau saya bawa hanya untuk membela diri saja. Tetapi korban melawan, saya terpaksa, karena korban juga berteriak. Saya ingin mengambil mobilnya pak," pungkasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak