alexametrics

Miris, Puluhan Siswa SDN Jatimulya 9 Kabupaten Bekasi Belajar Lesehan

loading...
Miris, Puluhan Siswa SDN Jatimulya 9 Kabupaten Bekasi Belajar Lesehan
Puluhan siswa SDN Jatimulya 9 Kabupaten Bekasi terpaksa belajar di lantai karena tidak ada kursi dan meja di kelas. Foto/Istimewa
A+ A-
BEKASI - Sungguh ironi puluhan siswa SDN Jatimulya 9, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi terpaksa belajar di lantai secara lesehan tanpa dilengkapi meja kursi sejak Januari 2018. Ada tiga ruang kelas yang tidak dilengkap meja dan kursi.Ada delapan ruang kelas yang ada di SDN Jatimulya 9 Bekasi. Dari delapan ruang kelas itu, tiga ruang kelas tidak ada meja dan kursi. Para siswa belajar secara lesehan dengan karpet sebagai alasnya.

Terlihat beberapa siswa menulis di meja lipat yang dibawanya dari rumah. Ada juga yang terpaksa menulis di lantai dengan merunduk bahkan ada yang sambil tiduran.

"Kondisi ini sudah terjadi sejak Januari 2018 lalu, saya bingung pemerintah tidak memberikan kelengkapanya," kata Walikelas 6 SDN Jatimulya 9, Sukaemah (52) kepada wartawan, Selasa (17/9/2019). (Baca: Pemkot Bekasi Alokasikan Rp11 Miliar Mebeler 99 Rombel)



Menurutnya, kondisi itu telah terjadi sejak Januari 2018. Ketika itu, ada kegiatan renovasi dan pembangunan gedung sekolah baru dengan dua lantai.

"Mulai pembangunan Oktober 2017 terus rampung akhir 2017. Nah dari situ dikira langsung dikirim meja dan kursi ternyata enggak ada hingga sekarang," ungkapnya.

Sementara meja dan kursi lama sudah dalam keadaan rusak parah. Atas kondisi itu, kata dia, terpaksa sejumlah siswa di tiga ruang kelas belajar tidak pakai meja dan kursi.

"Shift pagi yang belajar lesehan itu, kelas 6 A, 6 B, dan 4 C. Kalau shift siang itu kelas 5 B, 4 A dan 3 D. Jadi ada enam rombongan belajar (rombel) yang rasakan belajar lesehan," ungkapnya. (Baca juga: Rehab dan Bangun Gedung Sekolah Rusak, Pemkab Bekasi Alokasikan Rp249 Miliar)

Kemudian l3 rombe shift pagi dan 3 rombel shift siang. Total ada 17 rombe, yang terbagi shift pagi mulai pukul 07.00-11.45 WIB dan shift siang pukul 13.00- 17.45 WIB.
Apalagi dengan kondisi itu proses kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif akibat belajar secara lesehan. "Engga efektif, ada yang selonjor dan lainnya. Enggalah enak belajarnya. Kasian juga anak-anak pada pegel dan sakit leher," paparnya.

Sebenarnya, pihak sekolah baru saja mendapatkan meja belajar dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Namun meja tersebut belum dapat digunakan karena tidak ada kursi.

"Jumlahnya 120 meja baru saja dikirimkan satu minggu lalu (10 September 2019) setelah sekian lama. Tapi belum ada kursinya," kata dia.

Kemudian sekitar tiga hari lalu, meja dan kursi guru turun Sabtu (14 September 2019). Adapun kepastian dikirimnya kursi, dia tak mengetahuinya dan berharap agar semua fasilitas segera dilengkapi.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak