alexametrics

Dishub: Pemalsu KIR Harus Diproses Sesuai Undang-Undang

loading...
Dishub: Pemalsu KIR Harus Diproses Sesuai Undang-Undang
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengapresiasi penangkapan pemalsuan dokumen KIR dan berharap ditindaklanjuti sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengapresiasi penangkapan pemalsuan dokumen hasil uji kelayaan kendaraan atau KIR dan berharap ditindaklanjuti sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Para tersangka sudah ditangkap dan ditahan. Kami harap proses ini bisa ditindaklanjuti dengan undang-undang yang berlaku," kata Syafrin saat dihubungi, Rabu (11/9/2019).

Syafrin menjelaskan, proses pelaksanaan uji KIR di Dinas Perhubungan sudah semakin ketat. Di mana semua sudah berbasis sistem teknologi. Salah satunya yaitu aplikasi cek KIR yang membuat masyarakat bisa mengecek suatu kendaraan belum atau sudah di uji KIR.



"Jadi dengan adanya aplikasi KIR bisa diidentifikasi komplotan pemalsu. KIR di Dinas Perhubungan ketat, tidak lulus uji emisi tidak lolos. Kalau palsu itu kan enggak lulus juga bisa dapat KIR, pelanggaran emisi bisa keluar KIR," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan truk barang di Jakarta diduga kuat gunakan KIR palsu. (Baca juga: Jaringannya Terbongkar, Ratusan Truk di Jakarta Gunakan KIR Palsu)

“Ada sekitar 500 truk yang menggunakan KIR palsu. Kami sendiri masih menginventaris pasti berapa jumlahnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Rabu (11/9/2019).

Argo melanjutkan dalam kasus itu, pihaknya mengamankan empat orang, yakni ID, IZ, AS, dan DP. Keempatnya diamankan usai tertangkap tangan melakukan jual beli KIR palsu, sejumlah barang bukti, seperti blanko KIR, surat KIR, maupun pelat KIR.

KIR yang dilakukan jaringan ini sangat unik. Komplotan ini memanfaatkan PT MCI, selaku distributor KIR asli untuk melakukan pemalsuan. Sehingga KIR jaringan sangat mirip dengan aslinya. (Baca juga: Jaringan Pemalsu KIR Menggunakan Biro Jasa Pengurusan STNK sebagai Kedok)

“Jadi kenapa bisa masuk dengan aslinya. Karena satu pelaku membeli blanko secara resmi. Dia berpura pura sebagai petugas Dishubtrans DKI Jakarta,” kata Argo.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak