alexametrics

Hari Ketiga, Pelanggar Ganjil Genap Banyak dari Luar Jakarta

loading...
Hari Ketiga, Pelanggar Ganjil Genap Banyak dari Luar Jakarta
Polisi melakukan tilang terhadap pelanggar ganjil genap. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pelanggar perluasan ganjil genap yang ditindak pada hari ketiga ini kebanyakan dari luar Jakarta. Hari ketiga, sebanyak 1.430 pelanggar yang ditilang polisi.

"Kalau barang bukti yang sita adalah SIM (Surat Izin Mengemudi) 838 dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) 592 lembar," kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Dari data yang diterimanya, kebanyakan pelanggar berasal dari luar Jakarta yang tidak mengetahui perluasan jalur ganjil genap yang mulai diberlakukan Senin 9 September 2019. Kebanyakan pelanggar itu dari Bekasi, Tangerang, dan luar daerah lainnya.



Menurutnya, rata-rata para pendatang itu beralasan tidak tahu ataupun baru pertama kali melewati Jalan yang terkena perluasan ganjil genap tersebut. Padahal, menurutnya, sejumlah rambu-rambu lalu lintas telah dipasang di setiap jalur masuk menuju kebijakan ganjil genap.

"Tapi tanpa toleransi kita tindak karena kita sudah sosialisasi, manual dan melalui media, jadi enggak ada alasan," tegasnya.

Para pelanggar jalur ganjil genap juga kerap berupaya untuk menghindari sanksi tilang. "Pelanggar itu, pertama dia akan menghindar. Kedua, pembelaan. Ketiga, bagaimana caranya mencari celah petugas untuk bisa dikondisikan, baik itu negosiasi maupun mencari celah-celahnya," kata Nasir.

Namun, dia selalu mengingatkan anggotanya untuk sabar dan menjaga emosi mengahadapi pelanggar lalu lintas.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menerapkan sistem ganjil genap di 25 ruas jalan. Kebijakan ganjil genap ini berlangsung salam dua sif pada pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB-21.00 WIB.

Dari penindakan kemarin, untuk Subdit Gakum menindak 233 pelanggar, Satpatwal empat pelanggar, Sat Gatur 23 pelanggar, PJR 470 pelanggar, Jakarta Pusat 91 pelanggar. Selanjutnya ada Jakarta Utara dengan 190 penindakan, Jakarta Selatan 123 pelanggar terakhir Jakarta Timur ada 192 pelanggar.

"Memang ada penurunan, kami rasa tiap harinya akan selalu turun. Karena masyarakat juga sudah mulai mengetahuinya," tukasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak