alexametrics

Minimalisir Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan 5.500 Helm

loading...
Minimalisir Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan 5.500 Helm
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan ratusan helm kepada peserta yang ada di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A+ A-
BEKASI - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan ratusan helm kepada peserta yang ada di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Pemberian helm secara gratis itu untuk menimalisir angka kecelakaan lalu lintas yang sangat tinggi dan mengkhawatirkan.

"Kami berikan secara serentak sebanyak 5.500 helm di Indonesia kepada para peserta bPJS TK, termasuk di Bekasi," ujar Asisten Deputi Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Anang Rafidi kepada Sindonews di Balai Patriot, Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (9/9/2019).

Untuk di Kota Bekasi, kata dia, yang dibagikan sebanyak 200 helm, Kabupaten Bekasi 150 helm dan 140 helm untuk Kabupaten Karawang. Menurut dia, tujuan pemberian helm kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan ini untuk meminimalisir adanya korban kecelakaan terhadap peserta BPJS Ketenagaakerjaan



Berdasarkan data 2018, pihaknya mencatat terdapat 147 ribu kasus kecelakaan. Dari 147 ribu kasus kecelakaan kerja periode 2018 lalu, sebanyak 4.678 atau 3,18 persen diantaranya mengalami cacat dan 2.575 atau 1,75 persen lainnya meninggal dunia. Dengan kata lain dalam satu hari sekitar 12 orang mengalami kecacatan dan 7 orang peserta meninggal dunia.

Disamping itu, lanjut dia, kegiatan promotif dan preventif bagi pekerja merupakan program lanjutan setelah sebelumnya melalui kegiatan seminar publik yang diikuti oleh perusahaan dan serikat buruh. Apalagi, kecelakaan kerja diluar tempat kerja atau jalan raya menduduki tempat tertinggi kedua setelah di dalam lokasi kerja atau 24 persen.

Sementara jumlah kematian yang terjadi akibat kecelakaan ini mencapai angka 57 persen. Sehingga, kata dia, hal ini berdampak besar bagi pekerja, keluarga, dan perusahaan itu sendiri. Dan kegiatan ini komitmen BPJS Ketenagakerjaan yang diamanahkan dalam PP 44 2015 dan Permenaker 10 tahun 2016 dan beperan menurunkan angka kecelakaan kerja.

"Selain itu kegiatan ini juga sebagai implementasi Vision Zero yang di endorse oleh ISSA sebagai transformational approach untuk pencegahan yang mengintegrasikan safety, health dan well-being," terangnya. Program helmisasi, edukasi safety riding dan penyebaran poster promosi keselamatan kerja ini akan disebar keseluruh perusahaan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi program yang dilakukan BPJS Ketanagakerjaan. Menurutnya, program promotif dan preventif bagi pekerja dapat terus di perbarui. "Harus ada inovasi dan terobosan agar dapat meminimalisir angka kecekalaan. Apalagi, Bekasi-Karawang mempunyai banyak kawasan industri dimana terdapat jutaan pekerja," katanya.

Dia mengatakan keselamatan pekerja lebih penting agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar dalam segi produksi. Apalagi, setiap perusahaan setiap hari melakukan produksi barang. "Nah untuk kesehatan dan keselamatan adalah hal utama agar lebih kondusif. Dan kami (pemerintah) mendukung kegiatan seperti ini," tegasnya.

Rahmat juga mengimbau kepada para pekerja agar dapat memanage diri agar jauh terlibat kecelakaan kerja terutama bagi warga Kota Bekasi. "Memanage diri itu penting, misalnya masuk kerja jam 08.00 WIB. Para pekerja bisa pergi lebih pagi pukul 06.00 WIB, jangan mepet malah baru jalan dari rumah pukul 07.30 WIB, karena resiko tinggi," tutupnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak