alexametrics

Alasan Tidak Tahu, Pengendara Pelanggar Ganjil Genap Pasrah Ditilang

loading...
Alasan Tidak Tahu, Pengendara Pelanggar Ganjil Genap Pasrah Ditilang
Seorang pelanggar ganjil genap di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat menandatangani surat tilang, Senin (9/9/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Hari pertama aturan perluasan ganjil genap di Jakarta Barat, beberapa pengendara yang terjaring mengaku tidak mengetahui perluasan ganjil genap yang diperluas hingga ke jalan Tomang Raya. Sudin Pehubungan Jakarta Barat (Sudinhub Jakbar) mengaku bahwa alasan pengedara yang ditilang hanya untuk alibi saja.

“Saya nggak tahu kalau perluasannya sampai disini. Saya pikir hanya sampai Jalan S. Parman aja,” kata Nining (29) pengendara Brio putih yang di tilang di Jalan S Parman, Senin (9/9/2019).

Nining mengakui, bahwa dirinya biasa membawa kendaraan dari rumahnya di Alam Sutera, Tangerang hingga ke kantornya di Harmoni. Karena itu, ia biasa masuk dari tol Merak - Jakarta menuju jalan Tomang.



“Mungkin kedepannya saya akan pilih naik angkutan umum aja,” ucapnya.

Alasan senada juga diungkapkan, Salim (28) pengendara lainnya. Ia mengaku tidak mengetahui ada penerapan GaGe dikawasan itu. "Saya enggak tahu disini kena ganjil genap," kata Salim.

Salim sejatinya sudah sering melintas di kawasan ini dari arah Grogol menuju Sudirman, Jakarta Pusat. Namun, ia mengaku tak tahu kalau kawasan ini terkena perluasan ganjil genap.

Saat dijelaskan polisi bahwa sudah selama satu bulan petugas melakukan sosialisasi di kawasan ini, Salim juga mengaku tak tahu. Ia mengakui selama ini tidak pernah membaca berita maupun memperhatikan media sosial. "Ya maaf pak, emang enggak tahu," kata Salim pasrah sambil menandatangani surat tilang.

Sementara itu, Plt Kasieops Sudinhub Jakarta Barat, Afandi Nofrisal menyebut bahwa alasan pengendara yang mengaku tidak tahu hanyalah bentuk pembelaan mereka.

"Yang tahu (perluasan ganjil genap) dia akan menerima (ditilang), yang tidak tahu kebanyakan alibi. Sampai dengan satu bulan ini tidak tahu kan tidak mungkin, karena kenapa? di setiap mulut-mulut pintu masuk tol atau gage itu ada banner, ada anggota Dishub gabung dengan Pak Lantas selama satu bulan itu sosialisasi," tutup Afandi.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak