alexametrics

Dua Hari Pascatawuran Warga di Manggarai, 50 Polisi Masih Bersiaga

loading...
Dua Hari Pascatawuran Warga di Manggarai, 50 Polisi Masih Bersiaga
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Dua hari pascatawuran kelompok warga di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/9/2019) petang, polisi hingga kini masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi. Aksi tawuran warga ini sempat membuat perjalanan KRL Commuter Line lumpuh.

Untuk mengantisipasi terjadinya tawuran susulan, puluhan personel kepolisian masih bersiaga di sekitar lokasi. "Kami tetap bersiaga di kawasan Manggarai untuk mengantisipasi tawuran. Personel kita ada 50 orang," ujar Kapolsek Tebet, Kompol Alam Nur, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/9/2019).

Puluhan personel itu berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan Polsek Tebet. Polisi juga terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat sekitar, agar aksi tawuran warga bisa diantisipasi. (Baca juga: Tawuran Warga Ganggu Perjalanan KRL ke Stasiun Manggarai)



"Kita akan berjaga sampai benar-benar kondusif. Kita juga koordinasi dengan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga. Syukur yah, sampai detik ini tidak terjadi lagi (tawuran)," katanya.

Sebelumnya, tawuran warga pecah di kawasan Manggarai hingga membuat KRL Commuter Line berhenti beroperasi sementara. Tawuran antarwarga terjadi sekitar pukul 16.39 WIB di rel perlintasan menjelang masuk Stasiun Manggarai dari arah Stasiun Sudirman.

Akibatnya, perjalanan KRL dari arah Stasiun Sudirman maupun Stasiun Cikini tidak bisa masuk Stasiun Manggarai, karena banyak kerumunan warga di lokasi kejadian.

Kontan, penumpang Commuter Line menumpuk di sejumlah stasiun, sebab tawuran terjadi saat jam pulang kerja. Tawuran itu baru berhasil diredam setelah polisi menembakan gas air mata guna membubarkan massa. (Baca juga: Tawuran Selesai, Penumpang Menumpuk di Stasiun Manggarai)
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak