alexametrics

Lokakarya Penyandang Disabilitas Peringati 25 Tahun Sister City Jakarta-Berlin

Anies Akan Beri Kesempatan Penyandang Disabilitas Bekerja di Pemprov DKI

loading...
Anies Akan Beri Kesempatan Penyandang Disabilitas Bekerja di Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peluncuran Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta beberapa waktu lalu. Foto/IG aniesbaswedan
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuka lokakarya (workshop) bertema 'Pertukaran Informasi yang berkelanjutan tentang Peluang Pendidikan dan Peningkatan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam dan/atau dengan Masyarakat Sipil di Jakarta dan Berlin', di Ruang Diskusi Blok G, Balaikota, Jakarta.

Lokakarya ini sebagai tindak lanjut dari 25 tahun hubungan sister city antara Jakarta-Berlin. Lokakarya tersebut dihadiri dan diisi oleh Deputy Head of Mission, Embassy of the Federal Republic of Germany untuk Republik Indonesia, Mr. Hendrik Barkeling; Prof. dr. Michael Wahl, Kepala Institut Ilmu Seni dan Ilmu Sosial dari Humbolt University; dan Ibu Irdanelly. DJ. SE, Ketua Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin); serta perwakilan dari Kementerian Sosial RI, Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia, serta Kementerian Ketenagakerjaan RI.

"Kita di Jakarta punya PR yang cukup besar karena memfasilitasi seluruh warga. Itu artinya, memberikan prioritas justru kepada yang paling membutuhkan. Bila sebuah kota bisa ramah kepada penyandang disabilitas, ramah kepada anak usia dini, ramah kepada lansia, maka otomatis kota itu akan ramah kepada semuanya," jelas Anies di Balai Kota, Selasa (3/9/2019).



Anies menambahkan, perumusan kebijakan ramah anak, orang tua dan penyandang disabilitas harus dimulai dari perubahan mindset (perspektif) yang berorientasi pada kesetaraan kesempatan.

Mantan Mendikbud itu menegaskan, fungsi dari Pemprov DKI Jakarta bukan sekadar menegakkan aturan, tetapi pembuat aturan. Anies menyatakan, seluruh aturan harus ditinjau kembali agar bisa mengikuti prinsip kesetaraan, mulai dari fasilitas infrastruktur keras (jalan, gedung, dan alat transportasi), sampai dengan infrastruktur lunak, seperti kesetaraan dan kesempatan belajar maupun berusaha.

"Setiap Pemprov DKI Jakarta melakukan rekrutmen, maka kita berkewajiban untuk memberikan persentase kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan di Pemprov DKI Jakarta. Tujuannya, lagi-lagi, adalah menyamakan," ungkap Anies lebih lanjut.

Anies menyampaikan, perjuangan untuk mendorong kesadaran atas kesetaraan bagi penyandang disabilitas masih panjang. Karena itu, Gubernur Anies berharap, kebijakan berorientasi pada kesetaraan dan keberpihakan kepada kelompok disabilitas terus digaungkan ke luar sehingga menjadi gerakan di setiap aspek kehidupan.

"Jadi, saya berharap nanti lewat lokakarya ini, kita bisa bertukar pengalaman. Dan kita beruntung hari ini datang pembicara dari Jerman, bapak Prof. dr. Michael Wahl yang nanti akan membagikan pengalamannya. Saya berharap dalam workshop ini dimanfaatkan untuk betul-betul sebuah lokakarya. Disebut lokakarya atau workshop, karena kita ujungnya ingin punya karya, bukan sekadar seminar untuk mendiskusikan ide, ujungnya harus pada karya," tutur Anies.

Perlu diketahui, kegiatan lokakarya pertukaran informasi antara Jerman dan Jakarta ini diharapkan menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota yang ramah bagi penyandang disabilitas.Gubernur Anies berharap, seluruh peserta maupun pemateri yang hadir dalam lokakarya dapat memberikan ide, terobosan, pengalaman, dan alternatif solusi konkret yang bisa dilakukan bersama secara berkelanjutan.

"Bagi kami yang berseragam, pesan saya untuk mengikuti workshop ini, jangan close-minded. Kalau kita bisa open-minded dan menerima ide, insyaAllah Jakarta kita menjadi kota yang ramah bagi penyandang disabilitas, ramah bagi anak-anak, ramah bagi lansia, dengan begitu ramah bagi semuanya insya Allah," tutup Anies.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak