alexametrics

Sterilisasi Jalur Kereta Api, PT KAI Akui Butuh Biaya Besar

loading...
Sterilisasi Jalur Kereta Api, PT KAI Akui Butuh Biaya Besar
Kereta commuter line melintas di kawasan pemukiman kumuh di Pejompongan, Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Meningkatnya kecelakaan di kawasan Jalur Kereta Api tak lepas dari kebiasaan remaja menantang maut. Mereka kerap kali berselvie ria di samping rel saat kereta melintas.

Di sisi lain kondisi ini diperburuk dengan jalur Kereta Api yang belum steril. Biaya yang tinggi menyebabkan sejumlah jalur di daerah masih belum steril.

"Jakarta steril karena ada KRL, kalau di daerah tidak begitu. Tapi Jakarta juga tidak steril-steril banget kok. Di lintas Bogor masih ada orang lalu lalang," ucap Vice President Humas Daop 6, Eko Budhianto di Jakarta, Minggu (1/9/2019).



Kondisi demikian membuat beberapa jalur kereta tak berpagar, hanya di sekitaran stasiun yang dipager. Hal ini diperburuk dengan kebiasaan remaja yang menantang maut, mereka kerap kali berfoto saat kereta melintas. Bahkan ada pula yang tiduran di bawa kereta demi mendapatkan tepuk tangan teman temannya.

Ini yang menjadikan korban jiwa berjatuhan di lintas kereta di kawasan Daop 6 meliputi Yogyakarta dan Solo.

Terhadap ini, Eko mengatakan, pihaknya bukan tanpa upaya, edukasi bahaya kereta kerap kali di berikan kepada masyarakat, khususnya remaja. Meski demikian, upaya tak lantas mengurangi jumlah kecelakaan. Malahan kian dilarang, remaja kian menantang.

Selain melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat. Melalui ‘semboyan 35’ atau klakson, upaya mengurangi kecelakaan dan keserempetan kereta kerap di bunyikan masinis. Bunyi klakson kereta kerap kali di bunyikan di titik tertentu.

"Tapi masalahnya mereka makin nekat. Kami tidak bisa berbuat banyak. Kereta tak bisa mengerem mendadak," katanya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak