alexametrics

Polisi Masih Buru Pelaku Terkait Video Pencabulan Bocah SD di Bogor

loading...
Polisi Masih Buru Pelaku Terkait Video Pencabulan Bocah SD di Bogor
Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Kasus pencabulan terhadap bocah Sekolah Dasar (SD) berinisial G (9), di kawasan Bojongnangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang videonya sempat beredar di media sosial beberapa hari terakhir ini ternyata pelakunya belum tertangkap. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading dalam keterangan persnya menanggapi terus beredarnya video tersebut kepada wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (30/8/2019).

"Kasus yang terjadi di Gunung Putri itu bukan penculikan, melainkan kasus kekerasan seksual," Kata Dicky pada Jumat (30/08/2019). Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara dari keterangan sejumlah saksi dan korban diketahui saat itu korban sedang bermain dekat sekolahnya di Bojongnangka, Gunung Putri.

"Tiba tiba datang seorang laki laki menghampiri korban dengan berpura pura menanyakan alamat kepada korban, kemudian korban dirayu untuk menunjukan alamat yang pelaku maksud," ujarnya. Dengan lugunya korban mau menunjukan alamat tersebut dan diajaknya korban sama pelaku, sampai di perumahan Bukit Golf Riverside pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap korban.



"Hasil visum dalam waktu dekat ini akan keluar dan kita hingga saat ini tetap akan mencari pelaku. Untuk sementara palaku diduga satu orang, kasus ini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," tuturnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan lagi video tersebut karena dapat mengganggu mental anak. "Apalagi korban masih di bawah umur," tandasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena menjelaskan, modus operandi pelaku berpura-pura menanyakan alamat kepada korban dan meminta korban untuk mengantar pelaku serta kemudian pelaku membawa korban ke rumah kosong dan pelaku mencabuli korban.

"Jika tertangkap pelaku akan dikenakan Pasal 81 dan atau 82 UU No.35/2014. Saat ini Unit PPA Polres Bogor sudah memeriksa lima orang saksi, serta berkoordinasi dengan Peksos dan P2TP2A terkait pendampingan korban serta pemulihan psikis korban," ucapnya
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak