alexametrics

Berizin Resmi, Revitalisasi Kapal Kepulauan Seribu Resmi Dimulai

loading...
Berizin Resmi, Revitalisasi Kapal Kepulauan Seribu Resmi Dimulai
PT Trans 1000 Jakarta menggelar pelepasan pelayaran prototipe KMP Trans 1.000 di Dermaga Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Bertahun tahun tertunda, revitalisasi transportasi Kepulauan Seribu resmi dilakukan. Sebuah kapal cepat milik PT Trans 1.000 resmi meluncur dari Dermaga Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara.

Meski baru sebatas sosialisasi, namun kapal ini mendapatkan sambutan hangat sejumlah warga dan wisatawan. Mereka menganggap hal ini sebagai langkah maju menyediakan transportasi di Kepulauan Seribu.

“Satu kapal bisa angkut 200 orang. Dan kami mengawasi ketat operasional, mulai dari manifesto, sarana prasarana, hingga kualitas dan layanan kapal,” kata Direktur Utama PT Trans 1.000, Nana Suryana, Minggu (25/8/2019).



Sebelumnya, penjajakan kerja sama tengah dilakukan PT Trans 1.000 dengan Bank DKI. Konsep E ticketing tengah dilakukan dengan membuat sistem manifesto dan penumpang subsidi bagi PNS, TNI, Polri, pengguna KJP, serta warga mendapatkan potongan harga dari Rp75 ribu yang ditawarkan di tiap orangnya.

Nana mengatakan, nantinya KMP Trans1000 ini akan berjalan dari Dermaga Kali Adem menuju Pulau Lancang-Untung Jawa-Payung-Pari-Tidung-Pramuka-Panggang-Harapan-Pulau Sebira. Pantauan SINDOnews, kapal berlabel Trans 1000 Jakarta dengan nama Meranti Express bernomor lambung 33 itu tampak modern dengan warna dasar putih. Faktor keamanan diutamakan. Sebelum berlayar semua penumpang dipastikan mengenakan pelampung atau life jacket.

Kapal itu dapat menampung 200 orang penumpang yang diakomodir dalam kursi-kursi baru di dalamnya. Empat unit pendingin ruangan juga terpasang di tiap sisi bagian dalam kapal. Di tiap sisi kapal juga terdapat akses keluar masuk yang mudah dijangkau, sedangkan geladak kapal juga cukup luas untuk ditempati.

Nana menjelaskan, prototipe ini merupakan satu dari empat kapal yang sudah selesai diproduksi. Rencananya, kapal ini baru bisa dioperasikan pada 1 September 2019, setelah proses perizinan selesai.

"Saat ini kami masih menunggu dikeluarkannya izin trayek dan rute dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta," kata Nana.

Skema produksi KMP Trans 1000 meliputi peremajaan kapal-kapal tradisional, serta pengalihfungsian kapal yang juga direncanakan untuk kapal angkutan barang.

Selain itu, kapal yang telah diremajakan nantinya juga akan difungsikan sebagai kapal feeder, atau kapal antar pulau, dari satu pulau ke pulau lain di Kepulauan Seribu Selatan maupun Utara. Hingga kini, dari 33 kapal tradisional, 29 di antaranya sudah sepakat bakal diremajakan.

Seluruhnya akan diremajakan seiring waktu berjalan, dengan upaya PT Trans 1000 bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. "Kapal tradisional itu tidak akan sekaligus diremajakan. Sebab, kami bukan konglongmerat, kami dibantu bank DKI dan Pemprov DKI untuk membiayai seluruh projek peremajaan ini dengan mekanismenya kami yang mengelola. Kami bukan orang pemerintah, kami swasta," ucap Nana.

Asnawi, salah satu pemilik kapal yang sudah menyepakati MoU dengan Trans 1000 menanggap hal ini sebagai suatu kemajuan, khususnya di dunia pelayaran Jakarta-Kepulauan Seribu.

Hal itu, jelas Asnawi, karena hasil peremajaan kapal yang sudah dilakukan Trans 1000 mengedepankan keselamatan pelayaran. "Fasilitasnya lengkap secara peralatan dan perlengkapan dan manajemennya kita sudah lihat secara prosedur," tutup Asnawi.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak