alexametrics

Kemarau Panjang, Pengguna Air Pipa di Cilincing Tak Kesulitan Air

loading...
Kemarau Panjang, Pengguna Air Pipa di Cilincing Tak Kesulitan Air
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Musim kemarau yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat hujan tidak kunjung turun. Hanya saja warga yang memakai air perpipaan tidak mengalami kendala.

Seorang warga yang menggunakan air perpipaan, Maria Elvina (47), mengaku tidak pernah mengalami kesulitan air selama datangnya musim kemarau seperti saat ini. “Enggak ada sih kesulitan air. Lancar-lancar saja ya,” kata warga RT 05/RW 01 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (22/8/2019).

Pengakuan senada juga disampaikan warga lainnya, Rosdiana (56), mengaku masih mendapat pasokan air bersih yang cukup meski tidak turun beberapa bulan terakhir."Selama musim kemarau ini lancar aja sih, enggak ada masalah kalau soal air,” ujar warga RT 01/RW 011 Rorotan, Cilincing itu.



Rosdiana mengaku setiap bulannya mengeluarkan biaya sekitar Rp200.000 agar air bersih yang dibutuhkan tetap mengalir di rumahnya."Belakangan ini sih sudah berbulan-bulan enggak pernah ada masalah ya,” katanya.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan saat ini kebutuhan air bersih di wilayahnya masih dapat tercukupi dengan keberadaan jaringan pipa air bersih. Wilayah Jakarta Utara yang belum sepenuhnya dialiri jaringan pipa air bersih berada di Kamal Muara dan sekitarnya di Kecamatan Penjaringan, serta Marunda dan sekitarnya di Kecamatan Cilincing.

“Untuk di wilayah-wilayah yang belum ter-cover jaringan pipa air bersih kita dorong agar operator baik PAM Jaya, Aetra, dan Palyja bisa segera masuk ke sana,” kata Ali pada wartawan Kamis (22/8/2019).

Berbagai kendala menjadi penyebab belum adanya air perpipaan di wilayah tersebut mulai dari tidak ada pipa jaringan yang mendukung hingga status tanah yang tidak jelas. Kondisi itu menyebabkan operator seperti Aetra maupun Palyja kesulitan untuk membuat fasilitas jarinhan pipa air bersih bagi warga.

Adapun untuk wilayah yang belum terjangkau pipa air bersih, Ali sudah berkoordinasi untuk keberadaan kios air bersih maupun suplai truk tangki dari operator. “Kita sudah rapatkan ini dua kali agar masyarakat tidak lagi menggunakan air tanah yang berdampak pada semakin cepatnya penurunan permukaan tanah,” ucap Ali.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak