alexametrics

Musim Kemarau, Ketinggian Air Waduk Setu Cipayung Turun 1 Meter

loading...
Musim Kemarau, Ketinggian Air Waduk Setu Cipayung Turun 1 Meter
Waduk Setu di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A+ A-
JAKARTA - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menetapkan wilayah Kelurahan Halim dan Pulogadung sebagai wilayah terdampak kekeringan. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kelurahan Halim, Pulogadung, dan Cipayung, berstatus Awas.

Pantauan SINDOnews, ketinggian air Waduk Setu di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sudah menyusut sekitar satu meter sejak kemarau melanda Ibu Kota awal Juli 2019 lalu. Meski demikian, kondisi pasokan air ke Waduk Setu Masih tergolong stabil.

Camat Cipayung Fajar Eko Satrio mengatakan sudah mengetahui Kelurahan Halim dan Cipayung masuk dalam status Awas oleh BMKG. Pihaknya akan terus memonitor perkembangan di lapangan.



"Kami stanby dan terus monitor wilayah. Apabila ada laporan mengenai kekeringan segera kerja sama dengan unit terkait," ujar Fajar di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (22/8/2019). (Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di Wilayah DKI dan Banten)

Sejauh ini pihaknya belum menerima ada warga Kecamatan Cipayung yang kesulitan mengakses air bersih imbas musim kemarau tahun ini. Apalagi warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat segera melapor kepada pemerintah setempat agar segera mendapat bantuan penanganan air.

"Belum ada Informasi kekeringan dan dari tahun-tahun sebelumnya, juga tidak ada laporan mengenai kekeringan," ungkapnya.

Terpisah, Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan terkait warga yang kesulitan mengakses air bersih. "Sampai saat ini belum ada laporan," ungkapnya. (Baca juga: BPBD Belum Terima Laporan Dampak Musim Kemarau di Jakarta)

Ia juga menyarankan kepada warga supaya melapor secara langsung ke pemerintah setempat apabila kesulitan mengakses air bersih. Warga dapat menghubungi nomor 112.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak