alexametrics

Enggan Gabung ke Bogor Raya, Kota Bekasi Dapat Tawaran Masuk Jakarta

loading...
Enggan Gabung ke Bogor Raya, Kota Bekasi Dapat Tawaran Masuk Jakarta
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di gerbang masuk Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendapatkan tawaran untuk menjadi bagian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Tawaran itu datang saat Kota Bekasi diminta tanggapannya terkait wacana pemekaran Pemprov Jawa Barat menjadi Pemprov Bogor Raya yang disampaikan Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Bupati Bogor, Ade Yasin beberapa waktu lalu.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, tawaran itu sudah sejak lama di wacanakan DKI Jakarta agar Kota Bekasi bisa masuk menjadi bagian DKI Jakarta Tenggara."DKI mengajak Bekasi karena dirasa sangat cocok karakteristik wilayahnya dengan Jakarta. Tapi, kami serahkan kepada warga Bekasi mau gabung DKI atau enggak?," kata Rahmat Effendi pada wartawan Minggu (18/8/2019).

Menurut dia, Pemkot Bekasi memilih tidak masuk dalam rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bogor Raya yang diwacanakan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bekasi Ade Yasin. Namun, Rahmat memilih untuk mewacanakan pembentukan Provinsi Pakuan Bhagasasi jika memang dilakukan pemekaran.



"Kalau Bogor mewacanakan Bogor Raya, saya mewacanakan Provinsi Pakuan Bhagasasi. Di dalamnya bisa Karawang, Bekasi, Depok, Bogor, kalau mau ambil Cianjur. Karena dari daerah irisan tata ruang, pemetaaan, apalagi kalau nanti umpamanya ini itu menjadi bagian dari sinergitas kemitraan dengan DKI, ya luar biasa perkembangan tata ruangannya," ujarnya.

Rahmat menjelaskan, dalam Pakuan Bhagasasi, potensi APBD yang dimiliki bisa mencapai setengah dari APBD Provinsi Jawa Barat saat ini. Kendati demikian, dia mengaku tidak dalam kapasitas untuk menyatakan perlu tidaknya pemekaran Provinsi Jawa Barat."Sepanjang untuk kebaikan, untuk percepatan pembangunan kenapa tidak." ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak