alexametrics

KCI Minta Penumpang Berani Melapor bila Alami Pelecehan Seksual di KRL

loading...
KCI Minta Penumpang Berani Melapor bila Alami Pelecehan Seksual di KRL
Foto/SINDOphoto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meminta para penumpang agar aktif dalam menangani kasus pelecehan seksual yang akhir-akhir ini marak terjadi di dalam KRL Commuter Line.

VP Corporate Communication PT KCI, Anne Purba mengatakan, PT KCI sudah mengabil langkah tegas dalam mengatasi masalah pelecehan seksual yang terjadi di dalam KRL."Kita terus adakan sosialisasi kepada masyarakat, ke sekolah-sekolah kemudian ada kampanye di stasiun supaya korban berani melapor jangan takut jika menjadi korban pelecehan seksual. Kemudian tim keamanan juga sudah siap membantu meringkus pelaku" kata Anne Purba saat dihubungi SINDOnews, Jumat (16/8/2019).

Selain mengambil langkah berupa sosialisasi dan kampanye, Anne menuturkan, pihaknya berencana menambah gerbong khusus untuk wanita. Namun dia belum dapat memastikan mengenai kapan hal itu dapat segera terealisasi.(Baca: Lakukan Pelecehan Seksual di KRL, Pegawai Rumah Sakit Digelandang Polisi)



"Penambahan gerbong wanita, nanti kita coba evaluasi ya. Iya ini kita cek dulu seperti apa, soalnya kan kalau penambahan gerbong wanita juga bagaimana dengan aturan efektif atau tidak, nah untuk saat ini memang kita meminta kerja sama penumpang untuk berani melaporkan pelecehan seksual yang dialami, seperti kayak kemarin kan kejadiannya sudah ditangani kepolisian," ungkapnya.

Selanjutnya, Anne mengimbau pada seluruh penumpang agar selalu tetap waspada dan utamakan keselamatan. Ketika gerbong sudah penuh sesak maka jangan memaksa untuk masuk, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. "Jangan takut melapor atau teriak. dan bagi para penumpang yang melihat kejadian penumpang lain dilecehkan juga ikut aktif gitu," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak