alexametrics

Berantakan, Warga Jakarta Barat Keluhkan Perubahan Zonasi

loading...
Berantakan, Warga Jakarta Barat Keluhkan Perubahan Zonasi
Industri rumahan di Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Sejumlah warga di Jakarta Barat mengeluhkan dengan perubahan zonasi yang terjadi dilingkungannya. Perubahan ini membuat kondisi lingkungan menjadi berantakan dan mengancam keselamatan warga.

Tak hanya itu, lingkungan kotor terlihat di kawasan itu. Pembuang limbah yang sembarang membuat saluran air dipenuhi dengan sampah.

Seperti di Jalan Karya Barat II, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Di lokasi itu, sejumlah gudang berdiri tegak di tengah pemukiman warga. Banyak warga menuding pendirian gudang dilakukan secara sepihak tanpa diskusi warga.



"Kemudian bangunan di sana juga kacau mas. Tiap pagi sore melakukan aktivitas menyebabkan kemacetan di lingkungan," ucap warga sekitar Monang Sagala di lokasi, Rabu (14/8/2019).

Monang menuding bila bangunan di sana menyalahkan izin. Sebab, saat masih membangun dirinya melihat plang nama masih berupa ijin mendirikan rumah tinggal. Sementara saat selesai terbangun, bangunan itu menjadi gudang.

Terhadap ini, Monang mengakui pihaknya telah melaporkan hingga ke tingkat Gubernur DKI, namun tak ada tanggapan. Lantaran pemprov DKI menyerahkan ke tingkat kelurahan.

"Dulu sempat mau ditertibkan saat zaman Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), tapi enggak jadi karena Pak Ahok keburu masuk sel," ucapnya.

Hal serupa juga terjadi di kawasan Tegal Alur, Kalideres Jakarta Barat, perubahan zonasi dari pemukiman ke industri mendapatkan penolakan warga. Spanduk penolakan terpasang disejumlah titik jalan.

Dalam spanduk berwarna kuning, sejumlah warga menolak keras di jadikannya wilayahnya sebagai zonasi industri. "Kita kecewa saja. Tanpa persetujuan kami, tiba-tiba dijadikan kawasan industri," ujar Maman (45), warga sekitar.

Maman mengungkapkan, bila wilayahnya dijadikan kawasan industri, bukan tak mungkin kondisi lingkungannya menjadi lebih kotor. Keselamatan warga menjadi terancam lantaran kendaraan berat akan sering melintas. "Ini yang jadi penolakan, di Jalan Kamal saja jembatan ambles karena di lewati truk, apalagi ini," kesalnya.

Maman berencana bersama dengan warga sekitar bakal mendatangi Balai Kota DKI Jakarta menolak tegas perubahan zonasi. Bahkan reaksi keras akan dilakukan dengan menghalangi truk yang melintas.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak