alexametrics

DPKP Jaktim Minta Warga Hati-hati Bakar Sampah dan Gunakan Listrik

loading...
DPKP Jaktim Minta Warga Hati-hati Bakar Sampah dan Gunakan Listrik
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Masyarakat yang tinggal di Jakarta Timur harus lebih waspada terhadap ancaman kebakaran. Alasannya, sejak Jumat 9-13 Agustus 2019 sedikitnya tercatat delapan peristiwa kebakaran yang terjadi berturut-turut hingga menimbulkan korban luka-luka dan meninggal dunia.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, peristiwa kebakaran yang terjadi di Jakarta Timur disebabkan kelalaian masyarakat.

"Sebagian iya dari ulah masyarakat yang membakar sampah sembarangan," ujar Gatot saat dihubungi SINDOnews, Rabu (14/8/2019).



Selain dari ulah masyarakat yang membakar sampah sembarangan, Gatot juga meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan daya listrik. "Jika ada masalah segera laporkan pihak PLN, agar tidak terjadi korsleting listrik," tegasnya.

Adapun rentetang peristiwa kebakaran di Jakarta timur dalam waktu 5 hari terkahir di awali di ruko agen makanan ringan di Jalan Raya Cipayung pada Jumat 9 Agustus 2019. Dari peristiwa kebakaran ini tiga orang meninggal dunia.

Selain itu, kata dia, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Seperti yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan RT 02/RW 15, Kelurahan Kayu Putih ludes dilalap api.

Dalam kebakaran ini, kata dia, pihaknya menerjunkan 11 unit mobil pompa berikut 65 personel guna memadamkan api. "Penyebabnya diduga akibat korsleting listrik, yang terdampak 13 kepala keluarga dengan 39 jiwa. Mulai pemadaman 15.20 WIB, selesai 16.20 WIB," kata Gatot.

Pada Sabtu 10 Agustus 2019, kata dia, lapak barang bekas di Jalan Cakung Cilincing Timur Kelurahan Pulogebang terbakar akibat pembakaran sampah yang disengaja. Minggu 11 Agustus, kata dia, kebakaran kembali terjadi di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan RT03/04, Kelurahan Kelapa Dua Wetan.

"Yang terbakar gudang plastik, tapi pesantren di dekatnya ikut terdampak karena kerobohon tembok. Kerugian diperkirakan Rp3 miliar," tuturnya.

Pada Senin 12 Agustus 2019, kata dia, satu rumah di Jalan Kampung Makasar RT09/02 Makasar ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 06.37 WIB. Gatot mengatakan, kebakaran diduga akibat kebocoran tabung gas saat pemilik rumah hendak mengganti tabung gas di bagian dapur.

"Untuk korban satu orang, atas nama Suyud (53). Korban mengalami luka bakar ringan. Ketika pemadaman kita terhambat akses sempit menuju lokasi, banyak mobil parkir sembarangan juga," lanjut Gatot.

Kebakaran ruko di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung membuat 6 unit mobil pompa berikut 25 personel Sudin PKP Jakarta Timur dikerahkan. Selasa 13 Agustus 2019, empat rumah kontrakan di Jalan Buluh Perindu RT18/06 Duren Sawit ludes diamuk si jago merah.

"Kita mulai pemadaman pukul 03.18 WIB, selesai pukul 04.30 WIB. Alhamdulillah enggak ada korban anggota yang bertugas juga selamat semua," kata Gatot.

Sekitar pukul 17.55 WIB, tiga kontrakan di Pasar Pulo Jahe RT 01/RW 05 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung terbakar hingga menyebabkan satu orang luka bakar.

Gatot menuturkan, kebakaran diduga akibat kebocoran regulator gas saat satu penghuni kontrakan hendak mengganti tabung gas.

"Korban luka satu orang, atas nama Jaelani (53). Luka di tubuh bagian depan, di bagian dada sampai perut. Korban dibawa ke RS Islam Jakarta Pondok Kopi," ungkap Gatot
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak