alexametrics

Soal Ganjil Genap, Anies: Uji Coba untuk Dapat Masukan dari Masyarakat

loading...
Soal Ganjil Genap, Anies: Uji Coba untuk Dapat Masukan dari Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pada fase uji coba sistem ganjil genap pihaknya membuka luas masukan dari masyarakat. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Perluasan ganjil genap (gage) di Jakarta hari ini mulai diuji coba. Di sejumlah ruas jalan sistem ini mampu mempercepat laju pengendara meski di beberapa lokasi kemacetan masih terjadi.

Ada tiga tahapan terkait perluasan kawasan ganjil genap ini. Pertama, tahap sosialisasi yang dimulai 12-23 Agustus 2019. Kemudian mulai 26 Agustus hingga 6 September, petugas akan mengeluarkan kendaraan yang melanggar dari jalur kawasan ganjil genap.

Pada tahapan ini, belum dikenai sanksi tilang. Petugas hanya mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur lain yang tidak terkena perluasan ganjil genap. Baru pada tahap ketiga pengendara yang melanggar dikenai sanksi tilang mulai 9 September 2019.



Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pada fase uji coba ini pihaknya membuka luas masukan dari masyarakat. "Tentu sekarang lagi masa uji coba. Dari masa uji coba inilah menjaring semua potensi - potensi masalah yang bisa dibuatkan solusiny,a karena ini lagi masa uji coba. Bahkan Pergubnya juga belum dikeluarkan," ujar Anies di kawasan Monas, Senin (12/8/2019).

Menurut Anies, masukan dari masyarakat sangat berarti bagi peraturan ganjil genap ini. Masukan itu pula yang akan menjadi acuan bagi dirinya membuat pergub.

"Terima kasih masukan masyarakat, membantu kita supaya bisa membuat implementasinya. Di satu disi mengendalikan jumlah kendaraan yang efeknya pada pengendaliam kualitas udara, di sisi lain kebutuhan mendasar masyarakat itu bisa dikendalikan," tandasnya.

Diketahui, sistem ganjil genap diterapkan pada pagi hari sejak pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pukul 16.00-21.00 WIB. Kebijakan ini berlaku Senin-Jumat dan tidak berlaku pada Sabtu-Minggu dan tanggal merah serta kendaraan yang mendapat catatan pengecualian seperti ambulans, damkar, sepeda motor, kendaraan listrik, serta kendaraan pimpinan lembaga tinggi dan kedutaan besar negara lain.

Berikut ruas jalan yang terkena perluasan sistem ganjil genap:
- Jalan Pintu Besar Selatan,
- Jalan Gajah Mada,
- Jalan Hayam Wuruk
- Jalan Majapahit
- Jalan Sisingamangaraja
- Jalan Panglima Polim
- Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang)
- Jalan Suryopranoto
- Jalan Balikpapan
- Jalan Kyai Caringin
- Jalan Tomang Raya
- Jalan Pramuka
- Jalan Salemba Raya
- Jalan Kramat Raya
- Jalan Senen Raya
- Jalan Gunung Sahari

Sistem ganjil genap juga tetap diberlakukan di ruas jalan yang semula sudah diterapkan kebijakan tersebut, yaitu:
- Jalan Medan Merdeka Barat
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Jenderal Sudirman
- Sebagian Jalan Jenderal S Parman (ujung simpang Jalan Tomang Raya-simpang Jalan KS Tubun)
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan Jenderal MT Haryono
- Jalan HR Rasuna Said
- Jalan DI Panjaitan
- Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Jalan Perintis Kemerdekaan-simpang Jalan Bekasi Timur Raya)
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak